Minggu, Agustus 23, 2026
spot_img

Mediasi Persoalan Siswa SDN Simo, Para Pihak Cari Mufakat dengan Kepentingan Anak sebagai Prioritas

TUBAN, Lingkaralam.com — Persoalan yang sempat muncul di lingkungan SDN Simo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, kini diarahkan pada penyelesaian secara musyawarah. Para pihak membuka ruang dialog untuk mencapai mufakat terbaik, dengan kepentingan dan masa depan anak tetap menjadi perhatian bersama.

Upaya penyelesaian dilakukan melalui mediasi yang melibatkan keluarga siswa, pihak sekolah, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Pemerintah Desa Simo. Media ini juga turut membantu memfasilitasi komunikasi agar semua pihak dapat saling memahami dan menemukan jalan keluar yang baik.

Persoalan tersebut sebelumnya bermula dari dugaan pemberian hukuman terhadap tiga siswa kelas IV yang disebut lupa membawa songkok. Pasca kejadian, salah satu siswa disebut tidak kembali sekolah karena merasa takut, minder dan malu.

Pihak sekolah dan guru yang disebut terkait kemudian beberapa kali mendatangi rumah siswa. Dalam proses komunikasi tersebut juga muncul surat pernyataan dari pihak keluarga. Rangkaian komunikasi tersebut kini menjadi bagian dari proses penyelesaian dan perlu dilihat secara utuh berdasarkan keterangan seluruh pihak.

Musyawarah Jadi Jalan Penyelesaian

Dalam mediasi, masing-masing pihak diberi ruang untuk menyampaikan pandangan dan memahami kondisi pihak lainnya. Proses tersebut disebut mulai membuka ruang saling memahami dan mencari kesepakatan yang dapat diterima bersama.

Kepala Desa Simo, M. Syukur, mengatakan penyelesaian secara musyawarah diharapkan dapat menjaga hubungan semua pihak tetap baik.

“Yang paling penting bagaimana persoalan ini bisa diselesaikan dengan baik. Jangan sampai anak semakin terbebani. Kalau semua pihak bisa duduk bersama dan saling memahami, insyaallah ada jalan keluar yang terbaik,” ujar M. Syukur, Sabtu (22/8/2026).

Menurutnya, proses tersebut bukan untuk mencari siapa yang menang atau kalah, melainkan menemukan kesepakatan yang dapat diterima bersama.

“Intinya kita mencari mufakat. Kepentingan anak harus menjadi perhatian bersama agar anak bisa kembali nyaman dan melanjutkan sekolahnya,” katanya.

Pemdes Perhatikan Kondisi Keluarga

Dalam rangkaian penyelesaian tersebut, Pemerintah Desa Simo juga disebut berencana membantu memperbaiki rumah orang tua siswa melalui anggaran Perubahan APBDes (P-APBDes) tahun ini.

Rencana tersebut merupakan bentuk perhatian sosial pemerintah desa terhadap kondisi warganya itu.

Kepentingan Anak Tetap Menjadi Titik Temu

Dengan terbukanya ruang mediasi dan kesediaan para pihak untuk saling memahami, persoalan ini diharapkan dapat diselesaikan melalui mufakat yang baik dan dapat diterima bersama.

Yang terpenting, anak diharapkan kembali merasa aman, percaya diri dan dapat melanjutkan pendidikan dengan nyaman.

Pada akhirnya, penyelesaian terbaik bukan sekadar mengakhiri persoalan, tetapi memulihkan hubungan antara keluarga dan sekolah serta memastikan kepentingan anak tetap menjadi prioritas.

Oleh : M. Zainuddin 

Baca juga

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Terkini

error: Konten diproteksi!