BOJONEGORO, Lingkaralam.com — Di tengah proses penyelesaian masa pemeliharaan bangunan, proyek pembangunan gedung baru Puskesmas Ngraho Tahun Anggaran 2025 kembali menjadi perhatian setelah muncul informasi adanya dugaan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) senilai sekitar Rp600 juta. Temuan tersebut disebut berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan konstruksi pada proyek yang dibiayai APBD Kabupaten Bojonegoro.
Berdasarkan data pengadaan, proyek pembangunan Puskesmas Ngraho memiliki pagu anggaran sebesar Rp10.2 miliar. Setelah melalui proses tender, pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh CV Berkah Mulia, Sidoarjo, dengan nilai kontrak sekitar Rp9,3 miliar.
Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, dugaan temuan BPK tersebut berkaitan dengan hasil pemeriksaan atas pelaksanaan pekerjaan. Namun, hingga kini belum diketahui secara resmi item pekerjaan apa saja yang menjadi objek temuan, apakah berupa kekurangan volume pekerjaan, ketidaksesuaian spesifikasi teknis, atau bentuk ketidaksesuaian lainnya.
Munculnya informasi tersebut menambah perhatian terhadap proyek Puskesmas Ngraho.
Sebelumnya, bangunan tersebut juga mengalami insiden ambrolnya atap teras. Saat ini masa pemeliharaan akan segera berakhir. Peristiwa itu tentunya memunculkan pertanyaan publik mengenai kualitas pelaksanaan pekerjaan, efektivitas pengawasan, serta tindak lanjut pemerintah daerah dalam memastikan mutu bangunan.
Selain substansi temuan, publik juga menunggu kejelasan mengenai tindak lanjut atas rekomendasi hasil pemeriksaan. Di antaranya mengenai besaran tuntutan ganti rugi (TGR) yang telah dipenuhi penyedia, apakah masih terdapat kewajiban yang harus diselesaikan, serta apakah Dinas Kesehatan menahan sisa pembayaran proyek hingga seluruh rekomendasi dipenuhi.
Dari sisi pelayanan publik, kepastian keamanan bangunan juga menjadi perhatian. Gedung Puskesmas Ngraho diproyeksikan menjadi fasilitas kesehatan yang melayani masyarakat Kecamatan Ngraho dan sekitarnya. Karena itu, setiap indikasi persoalan teknis maupun administratif dinilai perlu diselesaikan secara tuntas sebelum bangunan dioperasikan.
Saat ini optimalisasi pelayanan publik menjadi salah satu fokus utama Pemkab Bojonegoro. Selain mendorong perbaikan kualitas layanan di setiap OPD, pemerintah daerah juga mewacanakan kompetisi pelayanan publik antar-OPD guna menumbuhkan budaya inovasi, efektivitas, dan akuntabilitas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Terkait informasi indikasi temuan BPK, media ini telah mengajukan konfirmasi kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro Ninik Susmiati, S.KM., M.Kes, Selasa (18/6/2026) mengenai informasi dugaan temuan BPK tersebut. Konfirmasi yang disampaikan meliputi rincian item pekerjaan yang menjadi temuan, progres penyelesaian rekomendasi BPK, status pengembalian TGR, penanganan pasca-insiden ambrolnya atap teras, hingga target operasional gedung baru Puskesmas Ngraho.
Namun hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi yang telah disampaikan media ini. Pesan konfirmasi yang dikirim melalui saluran komunikas Whatsappi yang biasa digunakan juga belum mendapat jawaban.
Media ini tetap membuka ruang hak jawab apabila Dinas Kesehatan memberikan penjelasan atau klarifikasi pada kesempatan berikutnya.
Sebelumnya, pada awal 2025, proyek Puskesmas Ngraho juga sempat menjadi sorotan setelah pagar beton di kompleks bangunan mengalami kerusakan parah dan nyaris roboh.
Padahal, proyek yang bersumber dari APBD 2024 senilai sekitar Rp3,9 miliar yang dikerjakan CV Cahaya Karya Gemilang ini baru rampung pada akhir 2024. Kini, munculnya informasi dugaan temuan BPK sekitar Rp600 juta kembali memunculkan pertanyaan publik mengenai kualitas pekerjaan dan pengawasan proyek pembangunan Puskesmas Ngraho tersebut.
Oleh : M. Zainuddin




