Jumat, Juli 19, 2024
spot_img

Kades Talok Bojonegoro, Tindaklanjuti Tuntutan Warga Adukan Oknum Sekdes ke Polisi

Lingkaralam.com, Bojonegoro – Penebangan Pohon kayu jaranan dan pohon imbon yang diduga dilakukan oleh oknum Sekretaris Desa (Sekdes) Talok, Kecamatan Kalitidu, Alfin Budi Prasetyo menuai protes warga. Pasalnya pohon tersebut merupakan ikon dan dikeramatkan oleh warga Dusun Sidodadi Desa setempat. Kedua pohon tersebut berdiri di atas tanah aset Desa Talok.

Akibat tindakan oknum Sekdes tersebut, warga melakukan protes kepada Kepala Desa Talok, Sumadi.

“Atas dasar protes warga yang menuntut agar permasalahan ini diselesaikan di aparat penegak hukum, maka kita menindaklanjutinya dengan melakukan pengaduan kejadian pengerusakan ini ke Polres Bojonegoro tertanggal 5 Mei 2023,” kata Sumadi.

“Pada prinsipnya, saya mengembalikan semuanya ke warga masyarakat saya. Sebagai kepala desa, saya hanya ingin menindaklanjuti dan berusaha mengakomodir apa yang menjadi keresahan dan tuntutan warga saya. Sebelumnya saya juga pernah memberikan Surat Peringatan (SP) 3 kepada sekdes ini,” kata Sumadi.

Menurut warga, sebelum penebangan pohon harusnya ada proses rembug warga. Bukan tiba-tiba pohon ditebang begitu saja.

“Etika dalam hidup bermasyarakat itu kan harus atas dasar musyawarah. Jika semua dimusyawarahkan, InsyaAllah kan enak. Nantinya musyawarah itu akan menghasilkan mufakat apapun kan yang jelas sudah persetujuan warga, bukan langsung ditebang seperti ini,” kata warga setempat yang mengaku bernama Agus, Selasa (16/5/2023).

Menurut Agus, kedua pohon yang berdampingan dengan Sendang Bakalan tersebut selama ini telah menjadi ikon dan mempunyai sejarah cerita yang panjang di wilayah sini.

“Sejarah sendang bakalan sendiri, dulunya waktu jaman belanda merupakan tempat pengungsian masyarakat dari berbagai desa. Mereka mengungsi di sekitar sendang karena mereka merasa aman. meskipun peluru penjajah Belanda berdesingan, tapi tidak pernah ada yang mengenai para pengungsi,” katanya.

“Atas dasar hukum adat, masyarakat di sini akhirnya menjadikan sendang beserta pohon tersebut sebuah nilai-nilai sejarah dan merawatnya dengan baik,” kata Agus.

Hal itulah, lanjut Agus, yang membuat masyarakat merasa tersinggung karena tidak pernah diajak musyawarah terkait penebangan pohon. Akhirnya warga pun melakukan gerakan protes ke Kepala Desa menuntut pencopotan jabatan sekdes dan menyerahkan persoalan ini ke pihak berwajib.

“Kita merasa ora diuwongke (merasa tidak diorangkan) oleh Sekdes. Harusnya sekdes sebagai orang yang berpendidikan dan faham alur pemerintahan, sudah sepatutnya melakukan apapun harus mengutamakan musyawarah. Makanya kita menuntut sekdes tersebut dicopot dari jabatannya dan permasalahan ini diserahkan ke pihak berwenang,” katanya.

Seperti diketahui, dua pohon di area dekat Sendang Bakalan ditebang oleh orang yang diduga suruhan Sekdes Desa Talok, Alfin Budi Prasetyo tanpa persetujuan dan musyawarah dengan warga.

Oleh : M. Zainuddin

 

 

 

Baca juga

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Terkini

error: Konten diproteksi!