TUBAN, Lingkaralam.com — Sejumlah kontraktor di Kabupaten Tuban mengeluhkan pola konfirmasi yang dilakukan oleh sejumlah orang yang mengaku sebagai wartawan. Keluhan tersebut berkaitan dengan dugaan penggunaan foto atau bahan informasi yang sama untuk melakukan konfirmasi kepada pihak yang sama.
Persoalan tersebut menjadi perhatian karena konfirmasi merupakan salah satu tahapan penting dalam proses jurnalistik. Namun, konfirmasi semestinya dilakukan berdasarkan kepentingan pemberitaan yang jelas serta melalui proses verifikasi terhadap informasi yang diperoleh.
Dari keluhan yang diterima, terdapat dugaan satu foto mengenai suatu persoalan digunakan oleh beberapa orang berbeda sebagai bahan untuk menghubungi pihak yang sama.
Apabila informasi tersebut benar, kondisi itu perlu dilihat secara serius karena menyangkut profesionalitas, identitas media, serta independensi dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Konfirmasi Harus Berbasis Fakta
Dalam kerja jurnalistik, sebuah foto seharusnya menjadi bahan awal untuk melakukan penelusuran, bukan satu-satunya dasar untuk menyimpulkan adanya suatu persoalan.
Wartawan perlu memeriksa fakta di lapangan, mencari dokumen pendukung, meminta keterangan pihak terkait, serta memberikan kesempatan kepada pihak yang disebut untuk memberikan penjelasan.
Hal tersebut penting terutama ketika materi konfirmasi berkaitan dengan proyek pembangunan, pupuk subsidi, BBM subsidi, maupun persoalan lain yang memiliki kepentingan publik.
Jika ditemukan dugaan persoalan dalam sebuah proyek, misalnya, wartawan dapat menelusuri nilai pekerjaan, pelaksana kegiatan, sumber anggaran, progres pekerjaan, hingga kesesuaian pelaksanaan dengan ketentuan yang berlaku.
Begitu pula dengan persoalan pupuk subsidi maupun BBM. Informasi harus diuji melalui data dan keterangan dari pihak-pihak terkait sehingga berita yang disampaikan kepada masyarakat tidak hanya bersumber dari satu foto atau satu informasi.
Narasumber Berhak Memastikan Identitas
Kontraktor maupun pihak lain yang mendapatkan konfirmasi juga memiliki hak untuk memastikan identitas orang yang menghubunginya.
Nama media, kepentingan pemberitaan, pokok persoalan yang dikonfirmasi, serta apakah yang bersangkutan mendapatkan penugasan dari redaksi merupakan hal yang wajar untuk ditanyakan.
Verifikasi tersebut tidak dapat serta-merta dipandang sebagai sikap anti-pers.
Sebaliknya, verifikasi identitas diperlukan untuk memastikan komunikasi antara wartawan dan narasumber berlangsung secara profesional dan tidak dimanfaatkan oleh pihak yang tidak memiliki hubungan dengan media yang disebutkan.
Persoalan Uang Operasional
Selain persoalan penggunaan foto, perhatian juga perlu diberikan apabila dalam proses konfirmasi terdapat permintaan uang bensin, uang operasional, atau pemberian lainnya.
Permintaan tersebut perlu dibedakan secara jelas dari mekanisme kerja jurnalistik. Pemberitaan tidak semestinya dijadikan sarana untuk menekan narasumber atau membuka ruang transaksi pribadi.
Jika sebuah informasi memang memiliki nilai berita, maka proses pemberitaan seharusnya didasarkan pada fakta, kepentingan publik, verifikasi, keberimbangan, dan hak jawab.
Dengan demikian, narasumber juga tidak seharusnya merasa berada dalam posisi harus memberikan sejumlah uang hanya karena mendapatkan konfirmasi dari seseorang yang mengaku sebagai wartawan.
Redaksi Lingkaralam.com Buka Ruang Verifikasi
Redaksi Lingkaralam.com menegaskan pentingnya verifikasi terhadap setiap orang yang mengatasnamakan media.
Pihak yang menerima konfirmasi dan mendapatkan klaim bahwa seseorang merupakan wartawan Lingkaralam.com dapat melakukan pengecekan kepada redaksi, terutama apabila terdapat keraguan mengenai identitas maupun penugasan.
Langkah tersebut diperlukan agar nama media tidak digunakan oleh pihak yang tidak memiliki kewenangan atau hubungan dengan redaksi.
Redaksi juga mengimbau masyarakat maupun narasumber untuk menyimpan bukti komunikasi apabila menemukan dugaan penyalahgunaan nama media atau permintaan pemberian yang mengatasnamakan kepentingan redaksi.
Menjaga Kepercayaan Publik
Pers memiliki fungsi penting dalam menyampaikan informasi dan mengawasi berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat.
Karena itu, profesionalitas wartawan bukan hanya ditentukan oleh kemampuan menulis berita, tetapi juga oleh cara memperoleh informasi.
Konfirmasi harus digunakan untuk mencari penjelasan. Foto harus diverifikasi. Informasi harus diuji. Pihak yang dikonfirmasi harus diberikan hak jawab.
Dan yang paling penting, proses tersebut harus dilakukan tanpa tekanan maupun kepentingan pribadi.
Sebab ketika kerja jurnalistik kehilangan independensinya, yang dipertaruhkan bukan hanya nama seorang wartawan atau sebuah media, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap pers secara keseluruhan.
Redaksi Lingkaralam.com, Menulis berdasarkan fakta, mengawal kepentingan publik, menjaga marwah pers.




