TUBAN, Lingkaralam.com — Puluhan mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Tuban terlibat aksi saling dorong dengan aparat kepolisian saat menggelar demonstrasi di depan Kantor Bupati Tuban, Senin (10/8/2026).
Ketegangan pecah setelah massa aksi berupaya merangsek masuk ke dalam kantor bupati. Mahasiswa menilai mereka tidak kunjung ditemui oleh Bupati Tuban untuk menyampaikan langsung tuntutan yang dibawa dalam aksi bertajuk “Tuban Darurat Kesehatan”.
Ketua Umum PC PMII Tuban, Rofiq Wahyudin, bahkan mengajak massa memastikan langsung keberadaan bupati di dalam kantor.
“Sahabat-sahabatku semua, bagaimana kalau kita hari ini merangsek masuk untuk mengecek langsung kira-kira Bupati Tuban ada di dalam atau tidak,” ujar Rofiq saat berorasi.
Massa kemudian bergerak menuju akses masuk kantor. Namun, langkah tersebut langsung dihadang aparat kepolisian yang melakukan pengamanan aksi.
Dorong-mendorong antara mahasiswa dan polisi pun tidak terhindarkan. Situasi sempat memanas ketika mahasiswa berusaha maju, sementara aparat mempertahankan barikade agar massa tidak memasuki gedung pemerintahan.
Ketegangan akhirnya mereda setelah sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban keluar menemui massa aksi.
Dalam aksinya, PMII Tuban menyoroti persoalan pelayanan kesehatan, terutama akses masyarakat miskin terhadap layanan kesehatan yang dinilai masih belum sepenuhnya terjangkau.
Bagi mahasiswa, persoalan tersebut tidak berhenti pada persoalan administrasi maupun program pemerintah. Mereka mempertanyakan sejauh mana kebijakan kesehatan daerah benar-benar dirasakan masyarakat yang berada di lapisan bawah.
Aksi “Tuban Darurat Kesehatan” tersebut sekaligus menjadi bentuk tekanan mahasiswa kepada pemerintah daerah agar persoalan akses layanan kesehatan tidak berhenti sebagai laporan dan angka dalam dokumen pemerintahan.
Mahasiswa meminta pemerintah daerah menunjukkan keberpihakan yang lebih nyata terhadap masyarakat miskin, khususnya dalam memperoleh pelayanan kesehatan.
Kericuhan kecil dalam aksi tersebut akhirnya dapat diredam setelah komunikasi antara massa mahasiswa dan pihak Pemkab Tuban berlangsung.
Oleh: Redaksi




