Minggu, Juli 26, 2026
spot_img

Santri Ma’had Darul Ilmi MTsN 2 Tuban Sowan ke Masyayikh Langitan, Merawat Adab dalam Menapaki Jalan Ilmu

TUBAN, Lingkaralam.com – Dalam tradisi pesantren, ilmu tidak hanya dipahami sebagai pengetahuan yang dipelajari, melainkan juga sebagai amanah yang dijaga dengan adab, keikhlasan, dan penghormatan kepada para guru. Dari adab itulah diharapkan lahir keberkahan, sementara dari keberkahan tumbuh ilmu yang memberi manfaat bagi kehidupan.

Nilai-nilai tersebut menjadi ruh kegiatan sowan yang dilaksanakan santri Ma’had Darul Ilmi MTs Negeri 2 Tuban ke Pondok Pesantren Langitan, Widang, Tuban, Jumat (24/7/2026).

Rombongan dipimpin langsung oleh Pengasuh Ma’had Darul Ilmi sekaligus Kepala MTsN 2 Tuban, Ali Maghfur, S.Ag., M.Pd.I., didampingi Koordinator Ma’had Darul Ilmi, Bisrul Khofi, S.Pd.I., M.A., bersama para ustaz dan ustazah.

Bagi kalangan pesantren, sowan bukan sekadar kunjungan silaturahmi. Lebih dari itu, ia merupakan ikhtiar menjaga mata rantai keilmuan dengan menghormati para ulama sebagai pewaris risalah Nabi Muhammad SAW. Melalui tradisi ini, para santri diajak memahami bahwa kecerdasan akan semakin bernilai apabila disertai akhlak yang mulia.

Dalam kesempatan tersebut, para santri bersilaturahmi dengan KH. Ubaidillah Faqih dan Dr. KH. Ahsan Ghozali, Lc., M.A., Rais Syuriah PCNU Kabupaten Tuban. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mengiringi pertemuan yang diisi dengan nasihat tentang pentingnya menjaga ibadah, memperbaiki akhlak, serta bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu.

Di hadapan para santri, KH. Ubaidillah Faqih berpesan agar senantiasa menjaga hubungan dengan Allah SWT melalui ibadah, sekaligus memuliakan kedua orang tua dan para guru.

“Jangan tinggalkan salat, jangan tinggalkan ngaji. Jadilah anak yang berakhlak mulia, serta hormat dan taat kepada guru maupun orang tua.

Sementara itu, Ali Maghfur, menyampaikan bahwa kegiatan sowan merupakan bagian dari pembinaan karakter yang terus dipertahankan di Ma’had Darul Ilmi. Menurutnya, keberhasilan seorang santri tidak hanya diukur dari kemampuan akademik, tetapi juga dari akhlak serta keberkahan ilmu yang diperoleh melalui penghormatan kepada guru dan para ulama.

“Kami ingin para santri memiliki kedekatan dengan para masyayikh, mengambil teladan dari akhlaknya, serta memohon doa agar diberi kemudahan dalam menuntut ilmu. Inilah nilai-nilai pesantren yang terus kami tanamkan di Ma’had Darul Ilmi,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, para santri mengikuti setiap rangkaian dengan penuh khidmat. Mereka menyimak nasihat para masyayikh, memohon doa, serta mempererat tali silaturahmi sebagai bagian dari perjalanan membentuk pribadi yang beriman, berilmu, dan berakhlakul karimah.

Catatan Redaksi Lingkaralam.com

Pesantren mengajarkan bahwa ilmu yang bermanfaat lahir dari perpaduan antara kesungguhan belajar dan kemuliaan adab. Keduanya ibarat dua sayap yang mengantarkan seorang penuntut ilmu menuju kematangan berpikir sekaligus keluhuran budi pekerti.

Di tengah perkembangan zaman yang terus berubah, tradisi menghormati guru, mencintai ilmu, dan menjaga akhlak tetap menjadi nilai yang relevan. Sebab ilmu yang disertai adab akan menghadirkan kemaslahatan, bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama.

Oleh: M Zainuddin 

Baca juga

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Terkini

error: Konten diproteksi!