Selasa, Maret 3, 2026
spot_img

Sampel Air dan Makanan SPPG Diuji Laboratorium, Ini Parameter yang Diperiksa

Tuban, Lingkaralam.com – Proses pengawasan terhadap kualitas air dan makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dilakukan melalui mekanisme uji laboratorium yang ketat.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, sampel air dan makanan dari SPPG diambil langsung oleh petugas kesehatan lingkungan (kesling) dari puskesmas setempat. Pengambilan sampel dilakukan sesuai prosedur steril guna memastikan hasil pemeriksaan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Pengambilan sampel dilakukan oleh petugas kesling puskesmas. Untuk air menggunakan botol steril, sehingga tidak terjadi kontaminasi sebelum diuji di laboratorium,” ujar sumber yang terlibat dalam proses tersebut.

Setelah diambil, pihak SPPG hanya bertugas mengirimkan sampel ke laboratorium yang telah ditunjuk dan siap melakukan pengujian.

Di laboratorium, sampel air menjalani dua jenis pemeriksaan utama, yakni mikrobiologi dan kimia.

Pada uji mikrobiologi, parameter yang diperiksa meliputi bakteri Escherichia coli (E. coli) dan bakteri koliform. Keberadaan E. coli menjadi indikator penting pencemaran tinja, sementara koliform digunakan sebagai indikator sanitasi air secara umum.

Apabila ditemukan kandungan E. coli atau koliform melebihi ambang batas, air dinyatakan tidak layak konsumsi dan harus dilakukan tindakan perbaikan.

Sementara itu, sampel makanan juga diperiksa melalui uji mikrobiologi dan kimia.

Untuk uji mikrobiologi, laboratorium memeriksa keberadaan:

  • E. coli
  • Kolifor

Sedangkan pada uji kimia, parameter yang diperiksa meliputi:

  • Rodamin B
  • Boraks
  • Metanil Yellow

Rodamin B dan Metanil Yellow merupakan zat pewarna tekstil yang dilarang digunakan dalam pangan. Sementara boraks adalah bahan kimia yang kerap disalahgunakan sebagai pengenyal makanan, namun berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi.

Pengujian ini menjadi bagian dari upaya memastikan makanan dan air yang disajikan kepada penerima manfaat program MBG aman dikonsumsi dan memenuhi standar kesehatan.

Langkah pengambilan sampel secara steril oleh petugas kesling serta pemeriksaan laboratorium yang komprehensif diharapkan dapat mencegah potensi gangguan kesehatan akibat cemaran mikrobiologi maupun bahan kimia berbahaya.

Pemeriksaan berkala juga menjadi salah satu syarat penting dalam mendukung penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi dapur SPPG, sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap pelaksanaan program MBG di daerah.

Oleh: M Zainuddin

 

Baca juga

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Terkini

error: Konten diproteksi!