Kamis, Oktober 1, 2026
spot_img

PA Bojonegoro Susun Buku Sejarah, Bupati Diminta Beri Sambutan

BOJONEGORO, Lingkaralam.com — Pengadilan Agama (PA) Bojonegoro tengah menyiapkan sebuah buku sejarah yang merekam perjalanan panjang peradilan agama sekaligus jejak pelayanan hukum bagi masyarakat Islam di Kabupaten Bojonegoro.

Sebagai bagian dari proses penyusunan buku tersebut, jajaran pimpinan dan tim penyusun buku PA Bojonegoro melakukan kunjungan kerja ke Kantor Bupati Bojonegoro, Selasa (29/9/2026).

Delegasi dipimpin Ketua PA Bojonegoro, Sutikno, S.Ag., M.H., selaku penanggung jawab tim penyusun buku. Ia didampingi Panitera Drs. Sholikin Jamik, S.H., M.H., selaku pemimpin redaksi, Sekretaris Ahdiyat Ilmawan Nehru, S.H.I., M.H., selaku wakil pemimpin redaksi, serta dua penulis, Elma Diah Hariani, A.Md. dan Sukma Candra Dewi, A.Md.

Dalam pertemuan tersebut, Sholikin Jamik yang juga bertindak sebagai juru bicara tim menjelaskan bahwa kunjungan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara lembaga peradilan agama dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Selain membangun kolaborasi kelembagaan, kedatangan tim juga untuk menyampaikan permohonan kepada Bupati Bojonegoro agar berkenan memberikan kata sambutan dalam buku sejarah yang sedang disusun.

Buku tersebut mengusung judul “Menelusuri Jejak Keadilan Masyarakat Islam di Bumi Angling Dharma.”

Buku ini dirancang untuk mendokumentasikan perjalanan, dinamika, serta kontribusi Pengadilan Agama Bojonegoro dalam memberikan pelayanan hukum dan menegakkan keadilan bagi masyarakat dari masa ke masa.

Dalam kesempatan itu, Sholikin Jamik memaparkan garis besar naskah kepada Bupati, termasuk perkembangan peradilan Islam di Bojonegoro serta berbagai catatan perjalanan kelembagaan PA Bojonegoro.

Ketua PA Bojonegoro, Sutikno, mengatakan keterlibatan pemerintah daerah penting dalam upaya mengabadikan sejarah perkembangan hukum Islam di Bojonegoro.

Menurutnya, buku tersebut tidak hanya diarahkan sebagai arsip kelembagaan, tetapi juga diharapkan menjadi bagian dari literasi publik, terutama bagi generasi muda.

“Kami berharap buku sejarah ini nantinya dapat menjadi warisan literasi yang berharga bagi masyarakat Bojonegoro. Dukungan serta sambutan dari Bapak Bupati tentu akan memberikan makna yang sangat mendalam, mengingat perjalanan panjang peradilan agama ini tidak terlepas dari sejarah perkembangan sosial dan keagamaan di Kabupaten Bojonegoro,” ujar Sutikno.

Bupati Apresiasi Upaya Pendokumentasian Sejarah

Menanggapi permohonan tersebut, Bupati Bojonegoro menyambut baik inisiatif tim PA Bojonegoro dalam menyusun buku sejarah tersebut.

Bupati menilai pendokumentasian sejarah peradilan agama memiliki arti penting dalam merawat memori kolektif daerah sekaligus memperkuat sinergi antarlembaga.

Ia juga mengapresiasi buku yang dinilai tidak sekadar memuat catatan perjalanan institusi, tetapi juga merekam pengabdian dan kontribusi Pengadilan Agama Bojonegoro dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Bupati, Pengadilan Agama memiliki posisi penting dalam kehidupan sosial masyarakat, khususnya dalam persoalan hukum keluarga Islam.

Ia menyebut sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan PA Bojonegoro selama ini tercermin melalui berbagai pelayanan dan program lintas sektor.

Di antaranya pelayanan terpadu melalui sidang keliling, upaya pencegahan perkawinan anak, perlindungan perempuan dan anak pascaperceraian, serta penguatan mediasi untuk menjaga keutuhan keluarga.

Berbagai upaya tersebut, menurutnya, memiliki keterkaitan dengan pembangunan sosial dan perlindungan masyarakat di Kabupaten Bojonegoro.

Bupati berharap buku tersebut nantinya dapat menjadi jendela bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat perjalanan Pengadilan Agama Bojonegoro, sekaligus menjadi bahan refleksi bagi generasi berikutnya.

“Dengan hadirnya buku ini, dapat menjadi jendela bagi masyarakat untuk melihat lebih dekat wajah Pengadilan Agama Bojonegoro yang humanis, modern, dan penuh integritas,” ungkapnya.

Bupati juga berharap rekam jejak yang dituangkan dalam buku tersebut dapat menjadi dorongan bagi keluarga besar PA Bojonegoro untuk terus meningkatkan inovasi, memperkuat sinergi, dan memberikan pelayanan hukum yang semakin baik kepada masyarakat.

“Sejarah bukan hanya sebagai kenangan, tetapi sebagai landasan pijak untuk melompat lebih jauh ke depan. Bersama, kita wujudkan Bojonegoro yang Bahagia, Makmur Membanggakan,” pungkasnya.

Penyusunan buku “Menelusuri Jejak Keadilan Masyarakat Islam di Bumi Angling Dharma” tersebut menjadi bagian dari upaya PA Bojonegoro untuk merekam perjalanan kelembagaan dan perkembangan pelayanan peradilan agama dalam lintasan sejarah Kabupaten Bojonegoro.

Oleh: PA Bojonegoro 

Baca juga

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Terkini

error: Konten diproteksi!