TUBAN, Lingkaralam.com – Padamnya Penerangan Jalan Umum (PJU) di sekitar lokasi proyek pembangunan saluran irigasi di Desa Prambontergayang, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, menuai keluhan warga. Kondisi jalan yang gelap gulita pada malam hari dinilai tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Berdasarkan keterangan warga, padamnya PJU diduga terjadi setelah jaringan penerangan jalan tersangkut alat berat yang digunakan dalam pekerjaan pengalihan saluran drainase di lokasi proyek.
“Kalau malam gelap sekali. Lampu jalan mati semua di sepanjang lokasi pekerjaan. Pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas,” ujar salah seorang warga kepada Lingkaralam.com.
Warga mengaku khawatir kondisi tersebut dapat memicu kecelakaan lalu lintas. Minimnya penerangan membuat jarak pandang pengendara berkurang, terutama bagi kendaraan roda dua yang melintas pada malam hari.
Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Selain berada di jalur yang cukup ramai dilalui warga, kawasan tersebut juga masih terdapat aktivitas proyek konstruksi yang melibatkan alat berat dan pekerjaan galian. Dalam kondisi gelap, potensi bahaya bagi pengguna jalan dinilai semakin tinggi.
“Yang ditakutkan kalau ada pengendara yang tidak mengetahui kondisi jalan atau lokasi pekerjaan. Apalagi malam hari gelap, risikonya bisa terjadi kecelakaan,” ungkap warga lainnya.
Keluhan warga juga mengarah pada aspek pengawasan pekerjaan. Sejumlah warga menilai keberadaan pengawas proyek tidak selalu terlihat di lokasi saat pekerjaan berlangsung. Akibatnya, gangguan terhadap fasilitas umum seperti jaringan listrik maupun PJU diduga tidak terantisipasi dengan baik.
Jika benar kerusakan PJU terjadi akibat aktivitas alat berat, publik menilai kondisi tersebut semestinya dapat dicegah melalui pengawasan lapangan yang lebih ketat. Dalam setiap pekerjaan konstruksi, pengawasan memiliki fungsi penting untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai standar teknis serta tidak menimbulkan dampak terhadap fasilitas publik.
Dari papan informasi yang terpasang di lokasi, pekerjaan tersebut merupakan Pembangunan Saluran Irigasi Desa Dalwo–Prambontergayang (Lanjutan) yang dikerjakan oleh PT Wira Karya Tehnika dengan nilai kontrak sebesar Rp729.328.000 yang bersumber dari APBD Kabupaten Tuban Tahun Anggaran 2026.
Warga berharap pihak pelaksana proyek bersama instansi terkait segera melakukan perbaikan terhadap jaringan PJU yang terdampak. Selain untuk memulihkan pelayanan publik, langkah tersebut dinilai penting guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas akibat minimnya penerangan jalan.
Hingga berita ini ditulis, Lingkaralam.com masih berupaya mengonfirmasi pihak pelaksana proyek, konsultan pengawas, serta Dinas PUPR PRKP Kabupaten Tuban terkait padamnya PJU dan langkah penanganan yang akan dilakukan.
Oleh: Suprapto




