BOJONEGORO, Lingkaralam.com – Keberadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Dusun Bandar, Desa Batokan, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro, jadi keluhan warga sekitar. Masyarakat mengaku terganggu dengan bau menyengat yang diduga berasal dari aktivitas pembuangan limbah SPPG tersebut.
Pengakuan sejumlah warga sekitar, limbah dari aktivitas operasional SPPG diduga dialirkan langsung ke saluran drainase di sekitar lokasi. Kondisi tersebut memunculkan aroma tidak sedap yang menyerupai bau kotoran manusia.
Keluhan warga muncul karena bau tersebut dinilai cukup mengganggu aktivitas sehari-hari. Aroma menyengat disebut lebih terasa pada waktu tertentu, terutama saat cuaca panas dan ketika aliran limbah mengalir menuju saluran drainase.
Salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku telah beberapa kali mencium bau tidak sedap dari arah lokasi SPPG.
“Baunya sangat menyengat. Limbah itu diduga langsung masuk ke saluran air sehingga menimbulkan aroma tidak sedap,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah desa, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro, maupun instansi terkait segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan. Mereka meminta adanya kepastian apakah sistem pengolahan limbah yang digunakan telah memenuhi standar pengelolaan lingkungan sebagaimana ketentuan yang berlaku.
Selain itu, masyarakat juga mempertanyakan efektivitas fungsi IPAL yang berada di lokasi tersebut. Menurut mereka, keberadaan IPAL semestinya mampu mengolah limbah terlebih dahulu sebelum dibuang ke lingkungan agar tidak menimbulkan pencemaran maupun gangguan terhadap masyarakat sekitar.
Persoalan ini menjadi perhatian warga karena berkaitan langsung dengan kenyamanan lingkungan dan kualitas kesehatan masyarakat. Mereka berharap ada langkah cepat dari pihak terkait untuk melakukan pengecekan serta memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola SPPG Batokan belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga dan dugaan pembuangan limbah ke saluran drainase tersebut. Awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak pengelola maupun instansi terkait guna memperoleh penjelasan dan klarifikasi.
Perkembangan lebih lanjut akan diberitakan pada publikasi berikutnya sesuai hasil konfirmasi dan fakta lapangan yang diperoleh.
Oleh: Redaksi




