Rabu, September 30, 2026
spot_img

Tronton Angkut Alat Berat Lewat Jalan Akses Proyek TGE, Parapet Jembatan Rusak

TUBAN, Lingkaralam.com — Aktivitas kendaraan proyek reaktivasi sumur minyak tua di Lapangan Tawun, Desa Kumpulrejo, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban, kembali menjadi perhatian. Pada Sabtu malam, sebuah truk jenis tronton yang mengangkut alat berat dilaporkan melintas melalui jalan menuju lokasi proyek yang dikelola PT Tawun Gegunung Energi (PT TGE), sebagai mitra Kerja Sama Operasional (KSO) PT Pertamina EP.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, tronton tersebut hendak masuk ke area pengeboran untuk mengambil alat berat. Saat melintasi salah satu jembatan kecil menuju lokasi, badan tronton disebut mengenai bagian parapet hingga rusak dan jatuh.

“Informasinya, tronton itu sebenarnya hendak masuk ke area pengeboran untuk mengambil alat berat. Saat melintasi jembatan kecil, bagian parapet tertabrak badan tronton hingga rusak dan jatuh. Ukuran trontonnya juga cukup besar, panjangnya sekitar 13 meter, sehingga memang membutuhkan ruang yang cukup saat melintas,” ujar seorang warga yang mengetahui kejadian tersebut, Minggu (16/8/2026).

Kerusakan parapet tersebut menjadi perhatian karena hingga kini belum terlihat adanya koordinasi untuk pemulihan atau perbaikan bagian yang rusak.

Parapet beton pada jembatan memiliki fungsi utama untuk menjaga keselamatan dan keamanan pengguna jalan, antara lain mencegah kendaraan maupun pejalan kaki terperosok dari badan jembatan serta menahan atau mengarahkan kembali kendaraan yang oleng atau kehilangan kendali agar tetap berada di jalurnya.

Selain itu, parapet merupakan bagian dari infrastruktur publik yang dibangun menggunakan anggaran negara atau daerah. Kerusakan yang belum dipulihkan berpotensi mengurangi fungsi pengaman jembatan sekaligus meningkatkan risiko bagi masyarakat yang melintas.

Jalan Baru Mendapat Penanganan pada 2025

Persoalan tersebut menjadi perhatian karena ruas jalan menuju kawasan proyek diketahui baru mendapatkan penanganan dari Pemerintah Kabupaten Tuban pada 2025.

Berdasarkan data pengadaan yang dihimpun Lingkaralam.com, terdapat pekerjaan Pemeliharaan Berkala Jalan Poros Kumpulrejo–Tuwiwiyan–Gegunung dengan pagu sekitar Rp1,42 miliar dan nilai kontrak sekitar Rp1,39 miliar.

Selain itu, terdapat pekerjaan Peningkatan Jalan Poros Banjarworo–Kumpulrejo–Gemulung dengan pagu sekitar Rp3,005 miliar dan nilai kontrak sekitar Rp2,97 miliar.

Dengan demikian, total pagu kedua pekerjaan tersebut mencapai sekitar Rp4,42 miliar, sedangkan nilai kontraknya sekitar Rp4,36 miliar.

Namun, sejumlah titik ruas jalan tersebut kini dilaporkan mulai mengalami kerusakan. Warga menduga salah satu faktor yang berkontribusi adalah meningkatnya mobilitas kendaraan proyek dengan muatan dan dimensi besar.

Dugaan tersebut perlu dibuktikan melalui pemeriksaan teknis agar dapat diketahui secara objektif penyebab kerusakan jalan maupun parapet jembatan.

Dinas PUPR Diminta Memastikan Kondisi Jalan

Kerusakan parapet setelah dilalui tronton pengangkut alat berat menjadi alasan perlunya pengecekan terhadap kondisi infrastruktur di sepanjang jalur menuju lokasi proyek.

Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Dinas PUPR diharapkan melakukan pemeriksaan lapangan, termasuk mengevaluasi kelas jalan, kapasitas atau daya dukung konstruksi, serta kondisi jembatan yang menjadi jalur kendaraan proyek.

Pemeriksaan tersebut penting untuk memastikan apakah ruas jalan dan jembatan memiliki kapasitas untuk dilalui kendaraan bertonase besar, sekaligus menentukan langkah penanganan apabila ditemukan kerusakan.

Jika berdasarkan pemeriksaan teknis terdapat hubungan antara aktivitas kendaraan proyek dengan kerusakan infrastruktur, perlu ada kejelasan mengenai mekanisme penanganan dan pihak yang bertanggung jawab terhadap pemulihannya, termasuk pemulihan parapet sebagai bagian dari aset publik.

Bukan Persoalan Pertama

Sebelumnya, sejumlah hal terkait aktivitas PT TGE juga berpotensi menimbulkan persoalan, mulai dari pengelolaan limbah pengeboran, rencana pengerukan untuk jalur pipa yang akan melintasi kawasan hutan, hingga beberapa laporan kerusakan jalan yang diduga berkaitan dengan mobilitas kendaraan proyek.

Kini, persoalan kembali muncul setelah kendaraan pengangkut alat berat melintas dan bagian parapet jembatan mengalami kerusakan. Kondisi tersebut tidak sekadar menyangkut fasilitas fisik, tetapi juga berpotensi mengurangi fungsi parapet sebagai pengaman jembatan dan meningkatkan risiko keselamatan bagi pengguna jalan.

Media Lingkaralam.com telah berupaya meminta tanggapan kepada Dinas PUPR Kabupaten Tuban mengenai kondisi jalan tersebut, termasuk status kelas jalan dan daya dukungnya terhadap kendaraan tronton pengangkut alat berat.

Media ini juga masih mengupayakan konfirmasi kepada manajemen PT Tawun Gegunung Energi (PT TGE) terkait aktivitas tronton tersebut, penggunaan ruas jalan sebagai akses menuju lokasi proyek, serta kondisi parapet jembatan yang rusak saat kendaraan melintas dan belum dilakukan pemulihan.

Hingga berita ini diterbitkan, tanggapan resmi dari pihak-pihak terkait masih ditunggu.

Oleh : M. Zainuddin 

Baca juga

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Terkini

error: Konten diproteksi!