TUBAN, Lingkaralam.com – Komitmen membangun kualitas pendidikan tidak berhenti pada kegiatan orientasi peserta didik. Usai membuka rangkaian Masa Orientasi Pramuka (MOP), MTs Negeri 2 Tuban langsung memperkuat arah pengembangan akademik melalui rapat koordinasi Tim Literasi yang digelar di Ruang Kepala Madrasah, Jumat (24/7/2026).
Rapat tersebut dipimpin Kepala MTsN 2 Tuban, Ali Maghfur, S.Ag., M.Pd.I., dan dihadiri Plt. Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Lukman Hakim, S.Ag., Pengawas Madrasah M. Muntaha, S.Ag., M.Pd., serta jajaran Tim Literasi MTsN 2 Tuban.
Pertemuan itu menjadi langkah strategis dalam menyusun penguatan program literasi yang tidak sekadar berorientasi pada peningkatan kemampuan membaca, tetapi juga membangun budaya berpikir kritis, kreativitas, dan karakter peserta didik.
Dalam arahannya, Kepala MTsN 2 Tuban, Ali Maghfur, menegaskan bahwa setiap program literasi harus memiliki sasaran yang terukur dan berkelanjutan.
Salah satu fokus yang ditekankan ialah penguatan literasi Al-Qur’an dengan target santri Ma’had mampu menghafal sedikitnya satu juz. Selain itu, madrasah juga akan mengembangkan literasi menulis Arab Pegon sebagai identitas akademik sekaligus bagian dari pelestarian khazanah intelektual Islam Nusantara.
“Literasi harus memiliki arah yang jelas, sehingga mampu menjadi budaya belajar yang terus berkembang dan memberi dampak nyata bagi peserta didik,” tegasnya.
Sementara itu, Plt. Kasi Pendma Kemenag Kabupaten Tuban, Lukman Hakim, menilai literasi tidak boleh dimaknai sebatas aktivitas membaca. Menurutnya, literasi sejati harus mampu melahirkan karya, gagasan, serta kemampuan berpikir yang memberikan manfaat bagi lingkungan pendidikan maupun masyarakat.
Ia menekankan pentingnya pelaksanaan kegiatan literasi secara konsisten agar tumbuh menjadi kultur madrasah yang membentuk generasi cerdas, terampil, adaptif, dan berkarakter.
“Literasi yang berkelanjutan akan melatih peserta didik untuk berpikir, menulis, berkarya, sekaligus membangun karakter yang kuat,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pengawas Madrasah M. Muntaha menyampaikan bahwa implementasi program literasi akan dievaluasi secara berkala setiap tiga bulan. Evaluasi tersebut dimaksudkan agar setiap program berjalan efektif dan terus mengalami pengembangan sesuai kebutuhan madrasah.
Ia juga mendorong MTsN 2 Tuban memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai perpustakaan, mengembangkan perpustakaan digital, meningkatkan produktivitas guru melalui karya inovatif seperti aplikasi pembelajaran dan produk kreatif, serta memberikan apresiasi kepada peserta didik atas berbagai prestasi yang diraih.
Menurutnya, budaya literasi yang kuat akan menjadi indikator kemajuan sebuah lembaga pendidikan, karena melahirkan ekosistem belajar yang produktif sekaligus inovatif.
Menutup rapat, Ali Maghfur berharap gerakan literasi di MTsN 2 Tuban tidak berhenti sebagai program administratif, melainkan tumbuh menjadi budaya akademik yang mengakar di lingkungan madrasah.
Ia optimistis penguatan literasi akan melahirkan generasi religius, gemar membaca, produktif menghasilkan karya, serta mampu mengukir prestasi yang mengharumkan nama madrasah di tingkat regional maupun nasional.
Penguatan literasi tersebut menjadi bagian dari ikhtiar MTsN 2 Tuban dalam menjawab tantangan pendidikan abad ke-21. Di tengah derasnya arus informasi digital, literasi tidak lagi dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis semata, tetapi juga sebagai kecakapan memahami informasi secara kritis, menghasilkan inovasi, serta membangun karakter peserta didik yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Oleh: M Zainuddin




