Jumat, Juni 19, 2026
spot_img

Perhutani KPH Tuban Gelar Apel Siaga Karhutla, Perkuat Sinergi Hadapi Musim Kemarau

TUBAN, Lingkaralam.com – Menghadapi potensi meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) saat musim kemarau, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Tuban menggelar Apel Siaga Pengendalian Karhutla di kawasan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sigagak, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sundulan, Selasa (16/06/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan jajaran Perhutani, aparat kepolisian, TNI, pemerintah desa, serta masyarakat sekitar hutan Desa Sumberejo, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban.

Apel siaga dipimpin Komandan Regu Polisi Hutan Perhutani KPH Tuban, Ubaydilla. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan, deteksi dini, serta kecepatan pelaporan apabila ditemukan potensi kebakaran di kawasan hutan.

“Pencegahan menjadi langkah utama. Ketika ada indikasi kebakaran, penanganan cepat sangat diperlukan agar api tidak meluas,” ujar Ubaydilla.

Usai apel, peserta bersama-sama melakukan pembuatan sekat bakar atau ilaran sebagai upaya preventif untuk menghambat penyebaran api apabila terjadi kebakaran.

Administratur Perhutani KPH Tuban melalui Asisten Perhutani (Asper) BKPH Sundulan, Agus Susantoko, mengatakan musim kemarau menjadi perhatian serius karena kondisi vegetasi hutan, khususnya daun jati yang mulai mengering, berpotensi menjadi bahan mudah terbakar.

“Memasuki musim kemarau, koordinasi lintas sektor perlu terus ditingkatkan. Daun jati yang berguguran dan mengering dapat menjadi pemicu cepatnya penyebaran api,” kata Agus.

Menurutnya, pembuatan sekat bakar merupakan salah satu langkah mitigasi untuk mengurangi dampak apabila terjadi kebakaran hutan.

“Ini merupakan bentuk sinergi antara Perhutani, aparat keamanan, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan,” imbuhnya.

Dalam kegiatan tersebut, petugas Perhutani juga memberikan simulasi penanganan karhutla. Simulasi meliputi penggunaan alat pemukul api, teknik pemadaman awal dengan memanfaatkan kondisi sekitar, hingga pembuatan sekat bakar dengan membersihkan serasah dan daun kering.

Sementara itu, Harno, salah satu pesanggem Desa Sumberejo, menyatakan masyarakat sekitar hutan siap berperan aktif menjaga kawasan hutan dari ancaman kebakaran.

“Kami siap membantu menjaga hutan. Hutan ini menjadi sumber kehidupan masyarakat, mulai dari budidaya lebah madu hingga tanaman empon-empon di bawah tegakan hutan. Kalau hutan terjaga, masyarakat juga ikut merasakan manfaatnya,” ungkapnya.

Melalui apel siaga, pembuatan sekat bakar, dan simulasi penanganan karhutla tersebut, Perhutani KPH Tuban berharap kesadaran serta kewaspadaan seluruh pihak semakin meningkat.

Upaya bersama itu diharapkan mampu mencegah terjadinya kebakaran hutan dan menjaga keberlangsungan ekosistem serta sumber penghidupan masyarakat sekitar kawasan hutan.Red.

Baca juga

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Terkini

error: Konten diproteksi!