TUBAN, Lingkaralam.com – Arisan warga di wilayah Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, menjadi perhatian publik setelah koordinator arisan tersebut dikabarkan sulit ditemui dan tidak berada di kediamannya.
Sejumlah peserta arisan kepada Lingkaralam.com mengungkapkan, kegiatan arisan tersebut telah berjalan lebih dari satu tahun dengan sistem pembayaran harian. Setiap peserta menyetorkan uang kepada koordinator dengan nominal yang bervariasi, mulai dari Rp2 ribu hingga Rp20 ribu per hari.
Arisan tersebut awalnya diperuntukkan sebagai persiapan memenuhi kebutuhan belanja menjelang Hari Raya Idul Fitri. Namun, setelah memasuki waktu pencairan yang telah disepakati, sejumlah peserta mengaku belum menerima hak mereka.
Total nilai arisan tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Jumlah tersebut terkumpul dari banyak peserta yang berasal dari sejumlah desa di wilayah Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban.
Koordinator arisan diketahui berdomisili di Desa Prambontergayang, Kecamatan Soko. Namun, ketika sejumlah peserta mencoba mendatangi rumah yang bersangkutan untuk meminta kejelasan, koordinator tersebut tidak berada di tempat.
Salah satu peserta arisan berharap persoalan tersebut dapat segera mendapatkan penyelesaian. Menurutnya, uang yang disetorkan merupakan hasil kumpulan harian warga untuk kebutuhan keluarga.
“Kami hanya ingin ada kejelasan. Uang itu kami kumpulkan sedikit demi sedikit setiap hari, rencananya untuk kebutuhan belanja Hari Raya Idul Fitri,” ungkap salah satu peserta yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak koordinator arisan terkait kabar tersebut. Awak media masih melakukan upaya konfirmasi kepada pihak-pihak terkait untuk mendapatkan informasi yang berimbang sesuai prinsip jurnalistik.
Oleh: Redaksi




