Sabtu, April 18, 2026
spot_img

Skandal Distribusi? Pupuk Subsidi Kumpulrejo Baru Disalurkan Usai Kisruh

TUBAN, Lingkaralam.com – Polemik penyaluran pupuk subsidi di Desa Kumpulrejo, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, mulai menemukan titik terang. Setelah ramai diberitakan dan menuai protes petani, distribusi pupuk kepada anggota Kelompok Tani Karya Makmur kini mulai dilakukan oleh pihak kios.

Namun, kondisi tersebut justru memunculkan sorotan baru. Sejumlah petani menilai penyaluran pupuk baru berjalan setelah persoalan ini mencuat ke publik.

“Setelah beredar pemberitaan memang mulai disalurkan. Kalau tidak ramai, belum tentu kami dapat. Padahal pupuk ini kebutuhan utama saat musim tanam,” ungkap salah satu anggota kelompok tani.

Sebelumnya, petani mengaku tidak menerima pupuk subsidi meski telah terdaftar dalam sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK). Pihak kios saat itu berdalih data petani tercatat di desa lain, serta stok dari distributor disebut telah habis.

Di sisi lain, distributor pupuk wilayah Kecamatan Parengan membantah adanya kekosongan stok. Mereka memastikan ketersediaan pupuk dalam kondisi aman dan mencukupi.

“Stok pupuk aman dan sangat cukup. Distribusi ke kios sudah dilakukan sesuai pemesanan dan pembayaran melalui aplikasi iPubers,” ujar perwakilan distributor saat dikonfirmasi.

Perbedaan keterangan antara petani, kios, dan distributor memunculkan dugaan adanya persoalan dalam rantai distribusi pupuk subsidi di tingkat bawah.

Meski saat ini pupuk mulai disalurkan, skema distribusi yang dilakukan secara bertahap hingga satu tahun ke depan dinilai tidak efektif. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu produktivitas pertanian, khususnya dalam menghadapi musim tanam berikutnya.

Para petani mendesak pemerintah dan instansi terkait untuk segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh. Mereka berharap penyaluran pupuk subsidi dapat berjalan sesuai prinsip tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kios UD Tani Makmur belum memberikan penjelasan rinci terkait alasan penyaluran pupuk dilakukan setelah polemik mencuat, maupun skema distribusi bertahap yang diterapkan.(Redaksi).

Baca juga

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Terkini

error: Konten diproteksi!