Tuban, Lingkaralam.com — Penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Sokosari 3, Kabupaten Tuban, kembali menuai sorotan. Paket makanan yang dibagikan untuk dua hari, yakni Senin dan Selasa, memicu kritik dari sejumlah wali murid yang menilai realisasinya tidak sejalan dengan semangat program.
Berdasarkan dokumentasi yang diterima redaksi, paket MBG tersebut berisi satu buah jambu, satu butir telur, satu potong roti, satu snack kemasan, serta satu kue tart kecil. Paket itu disebut diperuntukkan untuk konsumsi dua hari sekaligus.
Sejumlah orang tua murid menilai komposisi dan jumlah tersebut tidak mencerminkan konsep makan bergizi harian sebagaimana yang dipahami publik dari program yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
“Kalau ini untuk dua hari, wajar jika masyarakat bertanya. Ini uang rakyat. Harusnya realisasinya benar-benar sesuai dengan anggaran yang sudah ditentukan pemerintah,” ujar salah satu wali murid kepada Lingkaralam.com.
Menurutnya, program MBG merupakan kebijakan strategis untuk meningkatkan kualitas gizi anak. Namun apabila implementasinya dinilai tidak proporsional, maka wajar muncul anggapan publik bahwa anggaran tidak dimanfaatkan secara optimal.
“Bukan menolak programnya, justru kami mendukung penuh. Tapi kalau seperti ini, orang tua bisa menilai ini pemborosan anggaran,” tambahnya.
Sorotan juga mengarah pada mekanisme pembagian untuk dua hari sekaligus. Orang tua mempertanyakan standar kecukupan gizi, transparansi nilai anggaran per anak, serta pengawasan dari pemerintah daerah.
Di sisi lain, publik menilai realisasi MBG di lapangan belum sepenuhnya mencerminkan visi program nasional yang menekankan pemenuhan gizi seimbang setiap hari sekolah. Kritik pun muncul terhadap sikap pemerintah daerah yang dinilai belum memberikan penjelasan terbuka terkait temuan di lapangan.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak pengelola MBG Sokosari 3 maupun instansi terkait di Kabupaten Tuban belum memberikan keterangan resmi mengenai standar menu, skema pembagian dua hari sekaligus, serta rincian anggaran per porsi.
Masyarakat berharap ada evaluasi menyeluruh dan transparansi penggunaan anggaran, mengingat program MBG bersumber dari keuangan negara yang berasal dari rakyat. Harapannya, pelaksanaan di daerah benar-benar selaras dengan tujuan awal program dan memberikan manfaat nyata bagi tumbuh kembang anak.
Oleh: Redaksi




