TUBAN ,Lingkaralam.com — Warga Dusun Goreng, Desa Bulurejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, mengeluhkan ledakan populasi lalat yang diduga berasal dari aktivitas kandang ayam di wilayah setempat. Selain mengganggu kenyamanan permukiman, keberadaan lalat dalam jumlah besar juga mulai berdampak pada aktivitas usaha warung makanan dan menimbulkan kekhawatiran terkait kesehatan lingkungan masyarakat.
Keluhan tersebut muncul karena lalat hampir setiap hari masuk ke rumah-rumah warga dan hinggap pada makanan, minuman, hingga peralatan rumah tangga. Kondisi itu dinilai tidak hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan apabila tidak segera ditangani.
“Kalau makanan tidak ditutup, lalat langsung datang. Yang kami khawatirkan bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga dampaknya terhadap kesehatan keluarga, terutama anak-anak,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, Kamis (25/6/2026).
Dampak keberadaan lalat juga dirasakan pelaku usaha kecil di sekitar lokasi. Sejumlah pemilik warung makan mengaku harus meningkatkan intensitas pembersihan tempat usaha dan menutup makanan secara lebih ketat agar tidak dihinggapi lalat. Namun upaya tersebut dinilai belum sepenuhnya efektif karena jumlah lalat yang datang relatif banyak.
“Saat ini pembeli juga mulai berkurang. Sebagian pelanggan merasa kurang nyaman karena banyak lalat di sekitar warung,” kata salah seorang pemilik warung.

Secara umum, lalat merupakan vektor mekanis yang dapat memindahkan berbagai mikroorganisme dari media yang terkontaminasi, seperti kotoran ternak maupun limbah organik, ke makanan dan minuman manusia. Karena itu, tingginya populasi lalat di suatu kawasan sering menjadi indikator perlunya evaluasi terhadap sistem sanitasi lingkungan dan pengelolaan limbah.
Dalam praktik peternakan modern, pengendalian lalat menjadi bagian penting dari manajemen kandang. Pengelolaan kotoran ternak secara berkala, pengendalian kelembapan kandang, penanganan sisa pakan, serta program pengendalian hama rutin merupakan sejumlah langkah yang lazim dilakukan untuk mencegah berkembangnya populasi lalat yang dapat mengganggu lingkungan sekitar.
Persoalan yang terjadi di Dusun Goreng tidak hanya menyangkut kenyamanan warga, tetapi juga berkaitan dengan hak masyarakat atas lingkungan yang sehat sebagaimana diatur dalam berbagai regulasi lingkungan hidup dan kesehatan.
Warga berharap pemerintah desa, kecamatan, serta instansi terkait yang membidangi peternakan, kesehatan, dan lingkungan hidup segera melakukan peninjauan lapangan untuk memastikan sumber permasalahan, mengukur tingkat gangguan yang terjadi, serta merumuskan langkah penanganan yang efektif.
Menurut warga, penyelesaian persoalan ini penting agar aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengorbankan kesehatan, kenyamanan, dan kualitas lingkungan masyarakat sekitar.
Oleh : M. Zainuddin



