TUBAN, Lingkaralam.com — Ada rumah yang tidak roboh, tetapi kehilangan penghuninya. Ada pintu yang masih terbuka, tetapi seseorang yang dahulu menjadi bagian penting di dalamnya memilih pergi.
Kisah itu kini menjadi perbincangan di tengah warga Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban.
Seorang perempuan yang disebut telah berstatus sebagai istri dan ibu, dikabarkan meninggalkan rumah tangga dan pergi bersama seorang laki-laki lain. Yang membuat kisah tersebut terasa getir, dua anaknya yang masih kecil disebut tetap tinggal dan harus menghadapi keadaan setelah kepergian sang ibu.
Sejumlah keluarga yang mengetahui persoalan tersebut mengungkapkan keprihatinannya. Mereka menyebut, keputusan sang perempuan untuk pergi bersama laki-laki lain telah meninggalkan luka dalam sebuah keluarga.
Persoalan itu semakin menjadi perhatian karena laki-laki yang disebut bersama perempuan tersebut juga dikabarkan telah memiliki keluarga.
Jika keterangan tersebut benar, maka yang tertinggal bukan hanya seorang suami.
Ada dua anak kecil yang harus menjalani hari-hari mereka tanpa kehadiran seorang ibu di dalam rumah.
Dua Anak yang Tidak Pernah Memilih
Anak-anak tidak pernah ikut memilih bagaimana sebuah rumah tangga harus berakhir.
Mereka tidak mengenal rumitnya hubungan orang dewasa. Mereka hanya mengenal rumah sebagai tempat untuk pulang, mengenal ibu sebagai tempat mencari pelukan, dan mengenal ayah sebagai tempat meminta perlindungan.
Ketika salah satu pergi, yang hilang bagi seorang anak bukan sekadar kehadiran.
Bisa jadi, yang ikut hilang adalah rasa aman.
Orang dewasa mungkin mempunyai alasan. Mungkin mempunyai luka. Mungkin pula merasa menemukan kebahagiaan di tempat lain.
Namun anak-anak tidak pernah meminta untuk menjadi penonton dari keretakan orang tuanya.
Mereka hanya lahir dari sebuah keluarga dan berharap keluarga itu tetap menjadi tempat paling aman bagi mereka.
Ketika Pilihan Pribadi Menyentuh Kehidupan Anak
Tidak ada rumah tangga yang selalu berjalan lurus. Perbedaan, pertengkaran, bahkan perpisahan merupakan kenyataan yang dapat terjadi dalam kehidupan manusia.
Tetapi ketika sebuah rumah tangga telah memiliki anak, setiap keputusan orang dewasa membawa konsekuensi yang lebih panjang.
Pergi boleh jadi merupakan pilihan seseorang.
Tetapi tanggung jawab terhadap anak tidak semestinya ikut pergi.
Sebab seorang anak tetap membutuhkan kasih sayang, perhatian, pengasuhan, serta pemenuhan kebutuhan hidupnya, sekalipun hubungan kedua orang tuanya tidak lagi berjalan sebagaimana sebelumnya.
Di titik itulah persoalan ini tidak lagi sekadar menjadi cerita tentang seorang perempuan yang meninggalkan suaminya atau seorang laki-laki yang datang sebagai pihak ketiga.
Ini adalah cerita tentang dua anak kecil yang tidak pernah meminta rumahnya berubah.
Lingkaralam.com menyajikan persoalan ini berdasarkan keterangan sejumlah keluarga yang mengetahui keadaan tersebut. Redaksi tidak menempatkan informasi tersebut sebagai vonis terhadap pihak mana pun. Penyebab pasti keretakan rumah tangga dan keadaan masing-masing pihak tetap membutuhkan klarifikasi secara langsung.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak-pihak terkait.
Oleh: Suprapto




