Rabu, Mei 6, 2026
spot_img

Janji Menuju Pelaminan Berujung Luka, Warga Tuban Mengaku Rugi Puluhan Juta

Tuban, Lingkaralam.com — Harapan yang semula tumbuh di ujung kisah cinta kini berubah menjadi duka mendalam bagi seorang perempuan berinisial (ID), warga Desa Parangbatu, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban. Janji menuju pelaminan yang diyakini tulus, diduga justru menjadi jalan munculnya kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Pria berinisial (AS) yang disebut berasal dari Gang Mangga, Kecamatan Kota, Kabupaten Bojonegoro, diduga menjalin hubungan serius dengan korban. Kepada korban dan keluarganya, pelaku (AS) mengaku berstatus duda dan berniat membangun rumah tangga bersama.

Keyakinan keluarga korban semakin tumbuh setelah (AS) disebut sempat datang langsung ke rumah orang tua korban untuk menyampaikan niat menikahi (ID). Sikap tersebut membuat keluarga percaya hubungan keduanya benar-benar menuju jenjang pernikahan.

“Awalnya keluarga percaya karena datang baik-baik dan mengaku ingin serius menikahi korban,” ujar salah satu sumber kepada awak media, Minggu (3/5/2026).

Namun seiring berjalannya waktu, hubungan itu mulai diwarnai permintaan uang dengan berbagai alasan. Korban disebut hampir setiap hari dimintai bantuan finansial, mulai dari kebutuhan pribadi hingga alasan lain yang disebut mendesak.

Dilatarbelakangi rasa percaya dan harapan akan adanya ikatan rumah tangga, korban terus memberikan bantuan kepada (AS). Dari pengakuan pihak keluarga, total kerugian yang dialami korban ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

“Korban terus dimintai uang. Alasannya macam-macam, mulai kebutuhan pribadi sampai urusan lainnya,” imbuh sumber tersebut.

Situasi berubah ketika keluarga korban mengetahui informasi bahwa (AS) diduga masih memiliki istri sah. Fakta tersebut sontak menjadi pukulan berat bagi korban dan keluarganya yang merasa telah dibohongi oleh janji yang selama ini diyakini.

Peristiwa ini pun menjadi perhatian warga sekitar. Dugaan penipuan dengan modus asmara dan janji pernikahan dinilai semakin marak terjadi, dengan memanfaatkan kedekatan emosional korban untuk memperoleh keuntungan finansial secara bertahap.

Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam menjalin hubungan, terutama apabila mulai muncul permintaan uang atau bantuan finansial dalam jumlah tertentu. Memastikan latar belakang dan status seseorang dinilai penting guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak (AS) belum memberikan klarifikasi maupun tanggapan terkait dugaan tersebut. Redaksi Lingkaralam.com membuka ruang hak jawab kepada pihak terkait sesuai ketentuan Undang-Undang Pers.(Redaksi).

Baca juga

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Terkini

error: Konten diproteksi!