Tuban, Lingkaralam.com – Dugaan pelanggaran distribusi LPG subsidi 3 kilogram di Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, semakin menguat. Selain persoalan kuota berlebih dan penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), kini muncul indikasi adanya praktik konspirasi antara pihak pangkalan dengan sopir pengangkut LPG.
Informasi yang dihimpun Lingkaralam.com dari sejumlah sumber menyebutkan, pangkalan di Desa Bangunrejo diduga menjalin kesepakatan dengan sopir truk distribusi LPG untuk memperoleh pasokan lebih banyak. Praktik tersebut dilakukan dengan mekanisme pemberian selisih harga di luar ketentuan resmi.
“Diduga ada kesepakatan dengan sopir. Jadi pangkalan bisa dapat kiriman lebih banyak dengan memberi tambahan uang di luar harga normal,” ungkap salah satu sumber di lapangan.
Skema ini disinyalir menjadi celah terjadinya distribusi tidak merata di wilayah Kecamatan Soko. Akibatnya, sejumlah pangkalan lain mengalami kekosongan stok, sementara pangkalan tertentu justru kelebihan pasokan, bahkan saat kondisi LPG subsidi langka di pasaran.
Tak hanya itu, pangkalan yang dimaksud juga diduga menjual LPG subsidi di atas HET, sehingga meraup keuntungan lebih besar di tengah kesulitan masyarakat mendapatkan gas bersubsidi.
Temuan lain di lapangan menunjukkan, stok LPG dari pangkalan tersebut tidak sepenuhnya disalurkan di wilayah administratifnya. Sebagian diduga dipindahkan dan disimpan di Dusun Siwalan, Desa Glagahsari, yang semakin memperkuat dugaan adanya praktik distribusi yang tidak sesuai aturan.
Secara regulasi, distribusi LPG subsidi 3 kilogram harus dilakukan secara transparan, tepat sasaran, dan tidak boleh diperjualbelikan di atas HET. Selain itu, seluruh rantai distribusi, termasuk agen dan transportir, wajib menjalankan tugas sesuai prosedur tanpa adanya praktik penyimpangan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak agen, sopir distribusi, maupun instansi terkait di Kabupaten Tuban. Publik kini menunggu langkah tegas dari pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan konspirasi tersebut.
Lingkaralam.com akan terus menelusuri perkembangan kasus ini sebagai bagian dari komitmen menghadirkan informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat.
Oleh: M Zainuddin




