Tuban, Lingkaralam.com — Dugaan tindakan intimidasi terhadap penerima manfaat Program MBG Mentoro 2 Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, menjadi perhatian warga. Seorang penerima manfaat mengaku merasa tertekan saat menerima bantuan MBG untuk balita.
Keluhan muncul setelah beredarnya tangkapan layar percakapan yang diduga berasal dari oknum pelaksana program. Dalam pesan tersebut, penerima manfaat diminta untuk “mensyukuri apa pun yang diberikan” serta tidak menyampaikan komentar yang dianggap tidak pantas di media sosial. Bahkan, terdapat kalimat yang ditafsirkan sebagian warga sebagai peringatan terkait keberlanjutan bantuan.
“Saya kaget membaca pesannya. Bahasanya terasa menekan, seolah kami tidak boleh menyampaikan pendapat,” ujar salah satu penerima manfaat yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Sejumlah warga menilai program bantuan sosial semestinya dijalankan dengan pendekatan humanis dan menghormati hak penerima. Kritik dan masukan publik, menurut mereka, merupakan bagian dari kontrol sosial demi perbaikan kualitas layanan.
Tokoh masyarakat setempat juga mendesak adanya klarifikasi terbuka dari pihak terkait. “Jika benar ada komunikasi yang bernada intimidatif, hal ini perlu dievaluasi. Bantuan sosial harus bebas dari tekanan psikologis,” tegasnya.
Hingga berita ini ditayangkan, redaksi Lingkaralam.com masih berupaya mengonfirmasi pihak pelaksana Program MBG Mentoro 2 untuk memperoleh penjelasan resmi. Klarifikasi dinilai penting guna memastikan duduk perkara sekaligus menjaga transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan program.
Masyarakat berharap persoalan ini mendapat perhatian serius agar tujuan bantuan sosial tetap terjaga, yakni meringankan beban warga dengan menjunjung prinsip keadilan, etika, dan penghormatan terhadap penerima manfaat.
Tim Redaksi




