Rabu, Februari 25, 2026
spot_img

Air Dapur MBG Tuban Belum Tentu Layak? Publik Tagih Bukti Uji Laboratorium

Tuban, Lingkaralam.com – Jumlah dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tuban disebut telah menembus lebih dari 90 titik yang tersebar di sejumlah kecamatan. Namun di balik masifnya pelaksanaan program tersebut, muncul pertanyaan krusial di tengah masyarakat: apakah seluruh dapur telah menjalani uji laboratorium kualitas air secara resmi?

Isu ini mencuat setelah beredar informasi bahwa tidak semua dapur MBG melakukan pemeriksaan kualitas air di laboratorium kesehatan. Padahal, uji laboratorium merupakan salah satu syarat mutlak dalam penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) untuk usaha jasa boga.

Sesuai regulasi higiene sanitasi jasaboga, air yang digunakan dalam proses produksi makanan mulai dari mencuci bahan baku, memasak, hingga membersihkan peralatan makan wajib memenuhi baku mutu kesehatan lingkungan. Pengujian tersebut meliputi parameter fisik, kimia, dan mikrobiologi.

Secara mikrobiologi, air harus dipastikan bebas dari bakteri patogen seperti Escherichia coli (E. coli) dan coliform total yang berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan.

Di Kabupaten Tuban, pengujian kualitas air umumnya dilakukan melalui laboratorium kesehatan daerah maupun laboratorium kesehatan kerja (Labkesja) di Jalan Tengku Umar. Dokumen hasil uji inilah yang menjadi dasar verifikasi sebelum petugas sanitarian menerbitkan SLHS.

Jika benar hanya sebagian dapur yang telah menjalani uji laboratorium, maka muncul pertanyaan lanjutan mengenai legalitas operasional dapur lainnya. Apakah seluruhnya telah mengantongi SLHS secara lengkap, atau masih dalam tahap proses administrasi?

“Semua dapur jasa boga wajib uji lab air. Tidak boleh tebang pilih. Ini menyangkut keamanan pangan anak-anak,” ujar sumber yang memahami sistem pengawasan kesehatan lingkungan.

Program MBG menyasar peserta didik yang tergolong kelompok rentan. Karena itu, aspek keamanan pangan tidak boleh diabaikan. Air sebagai komponen utama dalam proses pengolahan makanan menjadi titik krusial yang harus diawasi secara ketat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi yang memaparkan secara terbuka daftar dapur MBG di Tuban yang telah melakukan uji laboratorium beserta hasilnya. Minimnya transparansi dinilai berpotensi memunculkan spekulasi publik serta menurunkan tingkat kepercayaan terhadap program.

Dengan jumlah dapur yang disebut mencapai lebih dari 90 titik, publik berhak mengetahui apakah seluruhnya telah memenuhi standar kesehatan lingkungan sesuai ketentuan, atau masih ada yang beroperasi tanpa kelengkapan uji laboratorium.

Lingkaralam.com akan terus menelusuri dan meminta klarifikasi kepada pihak terkait guna memastikan program berjalan sesuai regulasi serta tidak mengabaikan aspek keselamatan dan kesehatan masyarakat.

Tim Redaksi 

Baca juga

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Terkini

error: Konten diproteksi!