Tuban, Lingkaralam.com – Sejumlah program bantuan hibah peternakan di wilayah Kecamatan Parengan mulai menjadi sorotan masyarakat. Bantuan yang sebelumnya digelontorkan untuk mendukung pemberdayaan ekonomi kelompok ternak disebut kini sudah tidak lagi terlihat hasil maupun keberlanjutannya.
Informasi yang dihimpun Lingkaralam.com menyebutkan, beberapa kelompok penerima bantuan hibah peternakan di wilayah Parengan pernah menerima program bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui berbagai skema pemberdayaan masyarakat dan kelompok tani ternak.
Salah satu bantuan yang ramai diperbincangkan yakni hibah peternakan sapi senilai Rp100 juta untuk Kelompok Tani “Ngudi Makmur” di Desa Brangkal, Kecamatan Parengan, yang direalisasikan pada tahun 2017.
Namun demikian, warga menilai sejumlah bantuan hibah yang pernah diterima kelompok-kelompok ternak di wilayah tersebut kini sudah tidak tampak lagi keberadaan maupun aktivitas pengelolaannya.
“Dulu banyak bantuan ternak masuk ke wilayah Parengan. Sekarang sebagian besar sudah tidak terlihat, tinggal cerita saja,” ujar salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya, Jumat (8/5/2026).
Menurut warga, program bantuan pemerintah seharusnya mampu memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi masyarakat penerima, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan peternak dan memperkuat ketahanan ekonomi desa.
Masyarakat pun berharap adanya evaluasi serta pendataan ulang terhadap seluruh program hibah peternakan yang pernah disalurkan di wilayah Kecamatan Parengan. Langkah tersebut dinilai penting agar penggunaan anggaran negara dapat diketahui manfaat dan keberlanjutannya.
Selain itu, warga juga meminta adanya pengawasan serta pendampingan berkelanjutan terhadap kelompok penerima bantuan. Pendampingan dinilai penting agar program bantuan tidak berhenti di tengah jalan dan tetap berjalan sesuai tujuan awal pemberdayaan masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai kondisi terkini sejumlah bantuan hibah peternakan di wilayah Kecamatan Parengan tersebut.
Lingkaralam.com masih berupaya melakukan konfirmasi kepada sejumlah pihak guna memperoleh informasi lanjutan demi menjaga keberimbangan pemberitaan.(Redaksi).




