Tuban, Lingkaralam.com – Penyaluran pupuk bersubsidi di Desa Jegulo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, diduga bermasalah. Hasil penelusuran Lingkaralam.com menemukan adanya nama warga yang masih tercatat sebagai penerima pupuk subsidi meskipun diduga tidak memiliki lahan pertanian, bahkan disebut-sebut telah meninggal dunia.
Nama tersebut masih tercantum dalam sistem penebusan pupuk bersubsidi yang mengacu pada data RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok), yakni daftar kebutuhan pupuk yang disusun oleh kelompok tani setiap tahun.
Dari dokumen bukti transaksi yang diperoleh redaksi, tercatat penebusan pupuk subsidi berinisial MS dengan komoditas jagung di wilayah Kecamatan Soko. Dalam transaksi tersebut tertulis pembelian Urea sebanyak 150 kilogram dan NPK Phonska 180 kilogram, dengan total nilai sekitar Rp601.200.
Temuan ini memunculkan tanda tanya di kalangan warga setempat. Pasalnya, sejumlah warga menyebut nama yang tercatat dalam transaksi tersebut diduga tidak memiliki lahan pertanian aktif di desa.
“Setahu kami orang itu tidak punya sawah. Bahkan kabarnya sudah meninggal, tapi kok masih ada transaksi pupuk subsidi atas namanya,” ungkap salah satu warga kepada Lingkaralam.com, meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Jika informasi tersebut benar, maka kondisi ini berpotensi menunjukkan adanya persoalan serius dalam proses pendataan penerima pupuk subsidi di tingkat desa. Sebab, pupuk subsidi hanya diperuntukkan bagi petani yang benar-benar menggarap lahan dan terdaftar dalam kelompok tani.
Kebijakan penyaluran pupuk subsidi sendiri berada di bawah regulasi Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan distribusinya dilakukan melalui jaringan resmi PT Pupuk Indonesia (Persero) berdasarkan data RDKK yang diverifikasi oleh kelompok tani serta penyuluh pertanian.
Apabila terdapat nama penerima yang tidak memiliki lahan atau bahkan telah meninggal dunia namun masih tercatat dalam sistem penebusan, maka hal tersebut berpotensi mengindikasikan lemahnya proses verifikasi data atau bahkan membuka celah penyalahgunaan pupuk bersubsidi.
Sejumlah petani berharap pemerintah desa dan pihak terkait segera melakukan audit terhadap data RDKK di Desa Jegulo Kecamatan Soko agar penyaluran pupuk subsidi benar-benar tepat sasaran.
“Yang benar-benar petani kadang justru kekurangan pupuk. Kalau datanya tidak diperbaiki, yang dirugikan ya petani sendiri,” kata warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, Lingkaralam.com masih berupaya meminta klarifikasi dari pemerintah Desa Jegulo, pengurus kelompok tani, serta pihak penyuluh pertanian di Kecamatan Soko terkait temuan tersebut.
Redaksi juga membuka ruang hak jawab bagi pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan ini sesuai dengan prinsip keberimbangan informasi dalam praktik jurnalistik.
Tim Investigasi Lingkaralam.com




