Jumat, April 10, 2026
spot_img

Warga Bongkar Dugaan Pasar Gelap Pupuk Subsidi di Tuban, Dijual Rp200 Ribu per Sak

Tuban, Lingkaralam.com – Dugaan praktik pasar gelap pupuk subsidi kembali mencuat di wilayah Kabupaten Tuban. Kali ini, peredaran pupuk bersubsidi dari luar daerah tersebut masuk ke wilayah Desa Wadung, Kecamatan Soko, pupuk tersebut disalurkan secara tertutup pada malam hingga dini hari.

Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, pupuk subsidi tersebut diduga berasal dari luar daerah, bahkan oleh warga dikabarkan datang dari wilayah Madura. Distribusinya disebut menggunakan kendaraan roda empat jenis L300 dan dilakukan berulang kali untuk memenuhi pesanan para petani.

Sejumlah warga mengaku sudah lama mengetahui adanya pola distribusi pupuk subsidi yang berjalan di luar mekanisme resmi.

“Itu sudah seperti pasar gelap. Pupuk datang malam hari, lalu langsung dibagikan ke petani yang sebelumnya sudah pesan. Harganya Rp200 ribu per sak,” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, Kamis (April 2026).

Warga lain juga menyebut, aktivitas tersebut diduga bukan kejadian baru, melainkan sudah berlangsung dan menyebar di sejumlah titik wilayah Tuban.

“Bukan cuma di satu tempat. Dugaan pasar gelap pupuk seperti ini kabarnya sudah tersebar di beberapa wilayah Tuban,” ujar sumber lain kepada media ini.

Diduga Disalurkan Menjelang Subuh

Berdasarkan keterangan yang diterima media ini, distribusi pupuk dilakukan sejak malam hari hingga menjelang subuh. Sekitar pukul 04.00 WIB, kiriman pupuk dari luar daerah disebut telah masuk ke wilayah Desa Wadung.

Warga menduga jumlah pupuk yang didistribusikan tidak sedikit. Bahkan, dalam satu kali pengiriman diperkirakan bisa mencapai sekitar 10 ton, lalu habis disalurkan sebelum pagi datang.

Modus distribusi pada malam hingga dini hari itu memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat, terutama karena pupuk yang seharusnya berada dalam pengawasan ketat justru diduga beredar melalui jalur non-resmi.

Harga Jauh di Atas HET

Yang paling menjadi sorotan publik adalah harga jual pupuk tersebut. Warga mengaku pupuk subsidi dijual dengan harga Rp200 ribu per sak ukuran 50 kilogram.

Padahal, jika mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET), pupuk subsidi semestinya dijual jauh lebih murah, yakni berada di kisaran Rp90 ribuan per sak, tergantung jenis pupuk dan ketentuan pemerintah.

Selisih harga yang sangat tinggi ini memunculkan dugaan bahwa pupuk subsidi telah berubah fungsi dari bantuan untuk petani menjadi komoditas bisnis yang diperjualbelikan secara bebas.

Jika benar demikian, maka praktik ini tidak hanya melanggar semangat subsidi pemerintah, tetapi juga berpotensi merugikan petani kecil yang justru menjadi pihak paling membutuhkan.

Berkedok Membantu Petani?

Dalam peredarannya, sejumlah pihak yang diduga terlibat disebut berdalih bahwa pupuk itu dijual untuk membantu petani yang tidak mendapatkan jatah pupuk subsidi resmi, khususnya petani dengan lahan persil atau yang tidak terdaftar dalam sistem penerima subsidi.

Namun dalih tersebut dinilai tidak sepenuhnya bisa dibenarkan.

Sebab, jika tujuan utamanya benar-benar membantu petani, maka pupuk subsidi seharusnya tidak dijual dengan harga yang melonjak jauh di atas HET. Kondisi itulah yang kemudian memunculkan penilaian publik bahwa praktik ini lebih menyerupai perdagangan pupuk subsidi berkedok bantuan.

APH dan Dinas Terkait Diminta Bertindak

Maraknya dugaan peredaran pupuk subsidi melalui jalur non resmi ini membuat masyarakat mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) dan dinas terkait untuk segera turun tangan.

Penelusuran dinilai perlu dilakukan, mulai dari asal pupuk, jalur distribusi, pihak yang memasok, hingga oknum yang diduga bermain dalam peredaran tersebut.

Jika dibiarkan, dugaan pasar gelap pupuk subsidi ini dikhawatirkan akan semakin meluas dan menjadikan petani kecil sebagai sasaran utama permainan harga.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai dugaan peredaran pupuk subsidi dari luar daerah dan praktik pasar gelap pupuk subsidi di wilayah Tuban tersebut.(Red).

Baca juga

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Terkini

error: Konten diproteksi!