Selasa, Maret 24, 2026
spot_img

Pupuk Mahal Bukan dari Luar, Indikasi Permainan Distribusi Lokal Menguat

Tuban, Lingkaralam.com – Isu yang menyebut pupuk subsidi yang dijual melalui pihak ketiga dengan harga mencapai Rp200 ribu per sak berasal dari luar daerah, khususnya Madura, mulai dipertanyakan. Informasi terbaru yang dihimpun awak media justru mengindikasikan pupuk mahal tersebut diduga beredar dari wilayah lokal sendiri.

Sejumlah sumber menyebut, narasi yang mengaitkan pasokan pupuk dari luar daerah diduga sengaja digulirkan untuk mengalihkan perhatian publik dari persoalan utama dalam distribusi pupuk di tingkat lokal, khususnya di Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban.

“Kalau dibilang dari luar daerah seperti Madura, itu tidak benar. Justru indikasinya pupuk yang dijual Rp200 ribu itu dari lokal sendiri,” ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya, Senin (23/3/2026).

Pernyataan tersebut semakin memperkuat dugaan adanya permainan dalam rantai distribusi pupuk subsidi. Sebelumnya, petani di wilayah Soko mengeluhkan sulitnya memperoleh pupuk subsidi sesuai alokasi, sehingga terpaksa membeli pupuk dari pihak ketiga dengan harga jauh di atas ketentuan.

Kondisi ini memunculkan kecurigaan bahwa kelangkaan pupuk subsidi bukan semata karena keterbatasan pasokan, melainkan diduga berkaitan dengan distribusi yang tidak transparan dan berpotensi disalahgunakan oleh oknum tertentu.

Masyarakat pun mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, dinas terkait, serta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk tidak hanya fokus pada isu pasokan dari luar daerah, tetapi juga menelusuri secara menyeluruh alur distribusi di tingkat lokal, mulai dari distributor, kios, hingga ke petani.

“Jangan sampai isu luar daerah dijadikan kambing hitam. Yang harus diperiksa justru distribusi di sini,” tegas sumber tersebut.

Selain itu, warga juga meminta adanya keterbukaan data alokasi dan realisasi penyaluran pupuk subsidi di setiap desa. Transparansi dinilai penting agar pengawasan dapat dilakukan secara terbuka serta mencegah potensi penyelewengan yang merugikan petani.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai asal-usul pupuk yang beredar dengan harga tinggi tersebut. Namun, desakan untuk dilakukan audit dan investigasi terus menguat agar persoalan ini dapat terungkap secara terang dan tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Oleh: M Zainuddin 

Baca juga

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Terkini

error: Konten diproteksi!