Tuban, Lingkaralam.com – Polres Tuban bersama unsur gabungan menggelar pengamanan malam takbiran Idul Fitri 2026, Jumat (20/3/2026). Sebanyak 340 personel diterjunkan untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif di seluruh wilayah Kabupaten Tuban.
Pengamanan tersebut melibatkan unsur TNI-Polri, Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP), Satpol PP, organisasi perangkat daerah (OPD), serta dukungan tokoh masyarakat dan ulama.
Wakil Bupati Tuban, Joko Sarwono, menegaskan bahwa kehadiran aparat gabungan bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang merayakan malam takbiran.
“Kita semua wajib memberikan pelayanan, kenyamanan, dan pengamanan kepada masyarakat, khususnya di Tuban dalam rangka mereka berkumpul dengan keluarga, handai taulan, maupun melaksanakan kegiatan ibadah lainnya,” ujarnya usai apel gelar pasukan di Alun-Alun Tuban, didampingi Kapolres Tuban AKBP Alaiddin.
Menurut Joko, pengalaman pengamanan tahun ini menjadi perhatian serius dengan mengerahkan ratusan personel untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, termasuk konvoi kendaraan dan penggunaan petasan.
Namun demikian, kondisi di lapangan justru berbanding terbalik. Di perbatasan Jalan Raya Nguruan–Pekuwon, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, dua pemuda nekat menyalakan petasan berukuran besar di tengah jalan raya.
Aksi tersebut sempat mengganggu arus lalu lintas dan membahayakan pengguna jalan yang melintas. Selain itu, suara ledakan keras juga menimbulkan keresahan warga sekitar.
Peristiwa ini menunjukkan masih adanya masyarakat yang mengabaikan imbauan petugas terkait larangan penggunaan petasan berbahaya saat malam takbiran.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait identitas pelaku maupun tindakan lanjutan atas kejadian tersebut. Aparat diharapkan segera mengambil langkah tegas guna mencegah kejadian serupa terulang dan menjaga situasi tetap kondusif selama perayaan Idul Fitri.
Oleh: M Zainuddin




