Senin, Maret 2, 2026
spot_img

Uji Laboratorium Air Dapur MBG di Menilo Tuban Dipertanyakan, SLHS Jadi Sorotan

Tuban, Lingkaralam.com – Keberadaan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Menilo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban terus bertambah seiring masifnya pelaksanaan program pemerintah tersebut. Namun di balik operasionalnya, muncul pertanyaan di tengah masyarakat terkait kelengkapan uji laboratorium kualitas air yang digunakan dapur MBG.

Isu ini mencuat setelah beredar informasi bahwa tidak semua dapur MBG melakukan pemeriksaan kualitas air melalui laboratorium kesehatan. Padahal, uji laboratorium air merupakan salah satu syarat utama dalam penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi usaha jasa boga.

Mengacu pada ketentuan higiene sanitasi jasaboga, air yang digunakan dalam seluruh proses produksi makanan, mulai dari pencucian bahan baku, pengolahan makanan, hingga pembersihan peralatan makan, wajib memenuhi baku mutu kesehatan lingkungan. Pemeriksaan laboratorium meliputi parameter fisik, kimia, dan mikrobiologi.

Secara mikrobiologi, air harus dipastikan bebas dari bakteri patogen seperti Escherichia coli (E. coli) dan bakteri coliform yang berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan apabila terkonsumsi melalui makanan.

Pengujian kualitas air umumnya dilakukan melalui laboratorium kesehatan daerah atau laboratorium kesehatan kerja. Hasil uji laboratorium tersebut kemudian menjadi dasar verifikasi petugas sanitarian sebelum menerbitkan SLHS sebagai bukti kelayakan higiene sanitasi dapur.

Jika sebagian dapur telah menjalani uji laboratorium, muncul pertanyaan lanjutan terkait dapur MBG lainnya. Publik mempertanyakan apakah seluruh dapur telah mengantongi SLHS secara lengkap atau masih dalam proses administrasi namun sudah beroperasi.

“Semua dapur jasa boga wajib uji lab air. Tidak boleh tebang pilih karena ini menyangkut keamanan pangan anak-anak,” ujar salah satu sumber yang memahami sistem pengawasan kesehatan lingkungan.

Program MBG menyasar peserta didik yang tergolong kelompok rentan, sehingga aspek keamanan pangan menjadi hal yang krusial. Air sebagai komponen utama dalam pengolahan makanan dinilai harus mendapat pengawasan ketat guna mencegah potensi risiko kesehatan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi yang memaparkan secara terbuka daftar dapur MBG di Kabupaten Tuban yang telah melakukan uji laboratorium air beserta hasil pemeriksaannya. Minimnya transparansi tersebut dinilai berpotensi memunculkan spekulasi di tengah masyarakat serta menurunkan tingkat kepercayaan publik terhadap program.

Dengan jumlah dapur MBG yang terus bertambah, masyarakat menilai keterbukaan informasi menjadi hal penting untuk memastikan seluruh dapur telah memenuhi standar kesehatan lingkungan sesuai ketentuan yang berlaku.

Awak media akan terus menelusuri informasi dan meminta klarifikasi dari pihak terkait guna memastikan program berjalan sesuai regulasi serta tidak mengabaikan aspek keselamatan dan kesehatan masyarakat.

Oleh: Redaksi 

Baca juga

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Terkini

error: Konten diproteksi!