Jumat, Februari 27, 2026
spot_img

Baru Sepekan Rampung, Proyek Jalan Aspal Rp 1,8 Miliar di Ngampal Bojonegoro Sudah Rusak

Bojonegoro, Lingkaralam.com – Proyek peningkatan jalan aspal di Desa Ngampal, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, yang bersumber dari anggaran Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun Anggaran 2025 senilai Rp 1,8 miliar, menuai sorotan.

Pasalnya, proyek yang baru selesai dikerjakan pada pekan lalu itu kini dilaporkan sudah mengalami kerusakan di sejumlah titik. Pantauan di lapangan menunjukkan permukaan aspal mulai mengelupas, retak, bahkan berlubang meski usia pekerjaan belum genap lima bulan.

Dari dokumentasi yang diterima redaksi, terlihat lapisan aspal terkelupas dan material batuan tampak mencuat ke permukaan. Di beberapa bagian, tambalan aspal terlihat tidak rata dan mudah terurai. Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa kualitas material maupun proses pengerjaan tidak sesuai spesifikasi teknis.

Sejumlah warga setempat mengaku kecewa dengan hasil pekerjaan tersebut. Mereka menilai, dengan nilai anggaran mencapai Rp 1,8 miliar, semestinya kualitas jalan lebih baik dan mampu bertahan dalam jangka waktu lama.

“Baru selesai, tapi sudah rusak. Kalau begini, masyarakat yang dirugikan,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Indikasi awal yang berkembang di tengah masyarakat menyebutkan kemungkinan penggunaan material aspal dengan kualitas kurang baik atau komposisi campuran yang tidak sesuai standar. Selain itu, faktor pemadatan dan ketebalan lapisan juga diduga menjadi penyebab cepatnya kerusakan.

Jika benar terdapat ketidaksesuaian spesifikasi, maka hal tersebut berpotensi melanggar ketentuan teknis pekerjaan konstruksi sebagaimana diatur dalam dokumen kontrak dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Transparansi dan pengawasan menjadi kunci dalam pelaksanaan proyek yang bersumber dari keuangan negara. Aparat pengawas internal pemerintah (APIP) maupun inspektorat daerah diharapkan segera turun melakukan evaluasi teknis untuk memastikan mutu pekerjaan sesuai standar.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun pemerintah desa setempat belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi jalan tersebut.

Masyarakat berharap ada perbaikan segera sebelum kerusakan semakin meluas dan membahayakan pengguna jalan. Pasalnya, jalur tersebut merupakan akses vital bagi aktivitas warga dan distribusi hasil pertanian di wilayah Kecamatan Sumberrejo.

Tim Redaksi 

Baca juga

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Terkini

error: Konten diproteksi!