Minggu, November 30, 2025
spot_img

Proyek Jalan Sukosewu–Klepek Jadi Sorotan Publik : Bogang, Aktivis Pegiat Sosial Asal Bojonegoro Menjawab

Bojonegoro,Lingkaralam.com — Proyek rekonstruksi Jalan Sukosewu–Klepek yang dibiayai anggaran daerah kini menjadi sorotan setelah muncul laporan adanya retakan pada beberapa titik pekerjaan. Warga menilai kondisi tersebut tidak boleh diabaikan mengingat proyek ini menggunakan dana publik dengan nilai mencapai miliaran rupiah.

Desakan masyarakat agar pemerintah lebih serius mengawasi kualitas konstruksi semakin menguat. Mereka meminta Dinas PU Bina Marga dan konsultan pengawas segera melakukan pengecekan teknis untuk memastikan ketahanan jalan jangka panjang benar-benar terjamin.

Warga menekankan bahwa hasil pekerjaan tidak boleh hanya terlihat baik pada awal, tetapi harus awet dan aman digunakan dalam jangka waktu panjang.

Berbeda dengan suara warga, seorang aktivis pegiat sosial asal Bojonegoro, Bogang, melalui laman media Penarealita.com justru menyerukan agar publik tidak tergesa-gesa menghakimi mutu pekerjaan. Ia menilai sebagian pemberitaan terlalu cepat menyimpulkan buruknya kualitas konstruksi, sementara proses pekerjaan diduga masih berlangsung.

“Kalau ada sedikit retakan itu bisa karena pemadatan belum tahap akhir. Jangan menyimpulkan kualitas buruk sebelum pemeriksaan resmi dilakukan. Beri kesempatan kontraktor menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak,” tegas ia.

Bogang menyebut, situasi yang belum final hendaknya tidak menghambat proses pembangunan dan tidak memunculkan opini negatif sebelum fakta teknis dari pihak berwenang disampaikan.

Sementara menanggapi aduan warga, Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro, Imam Sholikin menyatakan siap turun langsung memastikan kondisi riil di lapangan.

“Terima kasih atas infonya, InsyaAllah akan kita tindaklanjuti,” kata Imam Sholikin.

Di tengah dua pendapat berbeda itu, tuntutan akan transparansi dan pengawasan ketat menjadi kunci agar pembangunan jalan tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga tepat mutu.

Sejumlah warga menilai proyek bernilai miliaran rupiah tersebut seharusnya memberikan kualitas terbaik. Mereka menuntut perbaikan segera dan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan pekerjaan.

“Ini jalan baru tapi kok sudah retak. Kami takut nanti cepat rusak lagi seperti sebelumnya,” ujar Slamet, warga Kecamatan Sukosewu.

Dirinya berharak pengawasan dinas harus nyata, bukan sekadar formalitas.“Anggaran besar pakai uang rakyat. Jangan dibiarkan kalau hasil pekerjaan tidak maksimal,” katanya menambahkan.

Fenomena antara desakan warga, pandangan aktivis terhadap proses pelaksanaan proyek, dan komitmen DPRD memperlihatkan bahwa pengawasan proyek publik masih menjadi isu serius, terutama untuk menjamin mutu pembangunan infrastruktur yang dibiayai uang negara.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Leading Sector kegiatan, kontraktor maupun konsultan pengawas belum memberikan pernyataan resmi. Namun informasi terbaru menyebutkan jika retakan proyek jalan Sukosewu–Klepek telah ditambal semen. Efektifkah?

Oleh M. Zainuddin.

Baca juga

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Terkini

error: Konten diproteksi!