Tuban, Lingkaralam.com — Peristiwa perkelahian antara seorang konsumen dan sejumlah pekerja Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Parengan, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, menyisakan perbedaan keterangan dari berbagai pihak. Insiden tersebut terjadi di fasilitas layanan publik pada Sabtu (7/2/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.
Berdasarkan keterangan dari pihak pekerja SPBU, kejadian bermula saat aktivitas pengisian bahan bakar dihentikan sementara untuk keperluan kontrol stok atau cek lok, yang disebut sebagai prosedur standar operasional SPBU.
Dalam situasi tersebut, seorang konsumen yang hendak mengisi BBM jenis Pertamax disebut tidak segera dilayani. Petugas SPBU yang dipanggil konsumen juga tidak langsung merespons. Merasa diabaikan, konsumen tersebut kemudian turun dari mobil dan mendatangi Ferdian berujung pada kekerasan.
“Melihat rambut Ferdian ditarik, mandor SPBU bernama Ali Nasroh tidak terima langsung mendekat memukul konsumen tersebut. Setelah itu datang dua petugas SPBU lain yang merupakan rekan Ferdian,” ujar seorang saksi mata yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Namun, keterangan tersebut berbeda dengan versi yang disampaikan konsumen justru dikeroyok 4 orang petugas SPBU.
“Yang kami lihat, konsumen dikeroyok sekitar empat orang,” ungkap kepada awak media.
Sementara itu, versi dari petugas SPBU menyebut konsumen sebagai pihak yang memulai tindakan kekerasan kepada Ferdian, Ali Nasroh (mandor), Prasojo dan Raswadi, semua mengaku mendapat perlakuan agresif dari konsumen.
Insiden tersebut berlangsung singkat namun cukup menegangkan hingga menarik perhatian warga sekitar SPBU Parengan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi apakah peristiwa tersebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian atau diselesaikan secara kekeluargaan oleh para pihak yang terlibat.
Redaksi Lingkaralam.com akan terus memantau perkembangan kasus ini serta membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi seluruh pihak terkait, demi menjaga prinsip keberimbangan dan akurasi informasi.
Oleh: Redaksi




