Kamis, Januari 15, 2026
spot_img

Proyek Trotoar Rp50,8 Miliar Dinilai Tak Atasi Banjir, Bupati Bojonegoro Kritik Keras Pelaksanaannya

Bojonegoro, Lingkaralam.com — Sejumlah paket pekerjaan pembangunan trotoar di kawasan perkotaan Kabupaten Bojonegoro dengan total anggaran sekitar Rp50,8 miliar menuai sorotan publik. Pasalnya, proyek yang direalisasikan melalui anggaran tahun 2025 tersebut dinilai tidak mampu menyelesaikan persoalan banjir yang kembali terjadi saat musim penghujan.

Pantauan di lapangan menunjukkan, meskipun trotoar telah dibangun di sejumlah ruas jalan strategis, genangan air masih kerap muncul ketika hujan deras mengguyur wilayah kota. Kondisi ini memunculkan anggapan bahwa pelaksanaan proyek tersebut kurang maksimal dan tidak menyentuh akar persoalan.

Adapun paket pekerjaan trotoar tersebut meliputi ruas Jalan AKBP M. Soeroko sisi barat dan timur, Jalan Sawunggaling, Jalan WR Supratman sisi barat dan timur, Jalan Jaksa Agung Suprapto, Jalan KH. Mansyur, Jalan Pattimura, hingga Jalan Panglima Polim.

Tak hanya dinilai gagal mengatasi banjir, hingga Januari 2026 pekerjaan tersebut juga disebut belum rampung seratus persen, meski anggarannya merupakan realisasi tahun 2025. Kondisi ini memunculkan kritik tajam dari berbagai pihak yang menilai proyek tersebut terkesan menghamburkan anggaran pemerintah.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono pun secara terbuka menyampaikan kekecewaannya terhadap pelaksanaan proyek trotoar tersebut. Menurutnya, pembangunan trotoar seharusnya tidak dilakukan secara parsial tanpa dibarengi pembenahan saluran drainase.

“Pembangunan trotoar itu semestinya tidak berdiri sendiri. Drainasenya harus sekalian dibenahi agar bisa menampung debit air saat hujan deras,” tegas Wahono.

Bupati bahkan mengaku sempat meluapkan kemarahannya kepada Kepala Dinas PU Cipta Karya. Ia mempertanyakan alasan tidak dilakukannya pelebaran saluran air saat trotoar sudah terlanjur dibongkar.

“Saya kemarin sempat marah sama Pak Tito, Kepala Dinas PU Cipta Karya. Karena apa, trotoar sudah terlanjur dibongkar, kenapa tidak sekalian diperlebar saluran airnya,” ungkap Wahono.

Menurut Wahono, desain trotoar yang ada saat ini tidak memberikan peningkatan signifikan terhadap kapasitas saluran drainase, sehingga persoalan banjir di wilayah perkotaan Bojonegoro belum juga terselesaikan.

Ia pun menegaskan ke depan, seluruh proyek infrastruktur harus direncanakan secara terintegrasi, bukan sekadar mengejar tampilan fisik, namun benar-benar menjawab kebutuhan dan persoalan masyarakat.

Oleh: M Zainuddin 

Baca juga

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Terkini

error: Konten diproteksi!