Bojonegoro, Lingkaralam.com — Proyek galian yang berada di wilayah Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, menuai keluhan warga sekitar. Pasalnya, pekerjaan yang telah berlangsung kurang lebih dua bulan itu dinilai tidak menunjukkan progres signifikan hingga memasuki Januari 2026.
Pantauan di lokasi menunjukkan, galian telah dilakukan sejak akhir tahun 2025. Namun hingga kini, pemasangan u-ditch sebagai bagian utama pekerjaan belum juga dilaksanakan. Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas warga sekitar terganggu, bahkan terkesan diabaikan oleh pihak pelaksana proyek.
Salah satu dampak paling dirasakan adalah terhambatnya akses kendaraan. Sebuah truk dilaporkan terjebak di dalam area garasi karena jalur keluar masuk tertutup galian yang dibiarkan terbuka tanpa penanganan lanjutan.
“Sudah digali lama, tapi tidak ada kelanjutannya. Kendaraan tidak bisa keluar masuk, sangat mengganggu aktivitas,” keluh seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya.
Warga menilai, seharusnya setelah proses penggalian dilakukan, pekerjaan langsung dilanjutkan dengan pemasangan u-ditch agar tidak menimbulkan dampak berkepanjangan. Terlebih, proyek tersebut kini telah melewati pergantian tahun tanpa kejelasan penyelesaian.
Selain menghambat mobilitas, kondisi galian terbuka juga dinilai berpotensi membahayakan keselamatan, terutama saat hujan atau pada malam hari karena minimnya penanda pengamanan di lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait mengenai alasan terhentinya pekerjaan dan kapan proyek tersebut akan kembali dilanjutkan.
Warga berharap pemerintah daerah maupun pihak berwenang segera turun tangan untuk melakukan evaluasi dan memastikan proyek tersebut segera diselesaikan, demi mengembalikan kenyamanan dan keamanan lingkungan sekitar.
Oleh: M Zainuddin




